Nasi Kotak
"Bukan baperan, Mbak. Lebih tepatnya menghindari dosa. Menjaga jari agar tidak mencari bahan untuk dijadikan ghibah. Seperti yang Mbak Nar lakukan kemarin, berkomentar sangat menyakitkan. Bahkan saya sampai tidak bisa membalas komentar kalian yang begitu aktif mengolok-olok nasi kotak buatan saya."
Semua terdiam. Mereka tidak bersuara seperti saat di group. Aku maklumi, karena sebagian memang hanya ikut-ikutan.
"Mbak Nar, sudah dicatat 'kan belanjaan hari ini," ucap salah satu Ibu yang kemarin juga nyinyir.
"Lha, ini ngutang lagi, Bu? Kemarin 'kan sudah kasbon banyak pas belanja untuk bikin nasi kotak. Masa' iya sekarang ngutang lagi."
Hot Chapters