Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Senja berlalu. Kau tidak.” Pratiwi tertawa keras. Ia merapikan rambut di telinga kanan yang kacau oleh hembusan angin. Saat itu ia menjepit sekenanya rambutnya. Belum ia gelung rapi untuk acara nanti malam. “Belajar kata-kata rayuan dari mana itu?” “Temanku, yang suka nulis puisi tentang hantu.” Pratiwi kembali tertawa. “Ngomong-ngomong, apa rencanamu sesudah ini?”
9.526.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai puisi berantai santri lucu
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

Santai, Ku tetap santai nikmati hidup, Tanganku melambai-lambai, Terbang melayang karna lebih asik santai di pantai. Santai, Ku merasakan indahnya naungan, Yang membuatku melayang-layang, Untuk lupakan sejenak masalah duniaku hilang. 🎵🎵🎵🎵🎵 Rara tersenyum senang karena terhanyut dalam alunan musik yang asik, Jordan pun mengajak Rara untuk mengikuti lirik lagunya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi berantai santri lucu
Baca
+Pustaka
Tarian Pemikat Serigala

Tarian Pemikat Serigala

Semboja nyinden dengan suara merdu. “Buah kawung … buah kawung ruruntuyan. Curuluk mah bahan cangkaleng. Gotong royong ... gotong royong baba ... babarengan. Boa boga ... hate goreng. Ulah boga ... hate nu goreng. Buah kawung ... ruruntuyan. Dauna mah pake udud kawung. Gotong royong … gotong royong urang babarengan. Seni sunda ... seni sunda urang dukung.” Semboja mulai bernyanyi dengan merdu ditingkah gerakan dinamis jaipongan.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi berantai santri lucu
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

teriak seorang santri seraya berlari keluar dari kelas. (Panggil Euceu) Aku dan Ayu langsung masuk dan membantu santri lain yang memegangi Risma yang kerasukan itu. Tenaganya begitu besar hingga kami berenam pun kesusahan memeganginya. "Turunan Siliwangi!" Suaranya terdengar menggeram menakutkan. (Keturunan Siliwangi)
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai puisi berantai santri lucu
Baca
+Pustaka
Antara Aku dan Adik Tiriku

Antara Aku dan Adik Tiriku

"Kau hampir terlelap. Bahkan air liurmu sudah akan menetes dari gua." "A-apa yang kau katakan?" Rui terperangah. Tak menyangka Ando akan mengatakan hal memalukan tentangnya. "Sial! Aku benar-benar akan memukulmu!" Ando segera berlari ketika sadar Rui yang menghampirinya dengan wajah emosi. Dia tidak ingin hanya pasrah saja saat temannya itu ingin menganiaya dirinya. "Astaga." Freya menghela napas berat. Dia merasa lelah menghadapi sifat dua temannya yang tidak mau mendengar. Mereka tetap saja berlarian seperti anak kecil, tanpa peduli dimana mereka saat ini.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai puisi berantai santri lucu
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

"Bukan baperan, Mbak. Lebih tepatnya menghindari dosa. Menjaga jari agar tidak mencari bahan untuk dijadikan ghibah. Seperti yang Mbak Nar lakukan kemarin, berkomentar sangat menyakitkan. Bahkan saya sampai tidak bisa membalas komentar kalian yang begitu aktif mengolok-olok nasi kotak buatan saya." Semua terdiam. Mereka tidak bersuara seperti saat di group. Aku maklumi, karena sebagian memang hanya ikut-ikutan. "Mbak Nar, sudah dicatat 'kan belanjaan hari ini," ucap salah satu Ibu yang kemarin juga nyinyir. "Lha, ini ngutang lagi, Bu? Kemarin 'kan sudah kasbon banyak pas belanja untuk bikin nasi kotak. Masa' iya sekarang ngutang lagi."
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 503 kali sebagai puisi berantai santri lucu
Baca
+Pustaka
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Pria itu menyeretnya hingga tertabrak ke sudut meja, kursi, bahkan ke dinding. "Brak!" Suara keras terdengar ketika Rani terlempar ke lantai. Dia memegangi perutnya sambil menjerit kesakitan, "Perutku! Anakku ...." Darah segar terlihat sudah menggenang di lantai. Galang sama sekali tidak terlihat kasihan melihat semua ini. Dia malah tertawa kejam, "Haha, entah anak siapa itu. Kamu sendiri sudah membuat anakku dan Kiara mati! Ini adalah balasan untukmu!"
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai puisi berantai santri lucu
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Namun, dia hanya berkata dengan dingin dan acuh tak acuh. "Kamu sudah dewasa, masih saja ikut-ikutan dengan dia bermain sandiwara seperti ini!" "Dia masih kecil, belum dewasa, kamu juga mau ikut-ikutan buat masalah?" Suaranya keras, menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Di tengah hiruk pikuk percakapan yang ramai, suara Tante Sandra terdengar lemah dan serak dari seberang telepon.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai puisi berantai santri lucu
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Agung malah ketawa lagi sekarang setelah tegangnya hilang. “Anjir itu ular apes banget sih.” “Turun keren-keren jadi dilempar ke sungai.” Putra ikut ngakak kecil. Sementara Rangga masih lanjut ngomel sepanjang jalan. “Dan ini baru pinggir.” “Kalau makin dalem makin banyak aneh-anehnya pasti.” “Gue udah feeling ini gunung gak beres.”
10626 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai puisi berantai santri lucu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status