Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Amuk iblis di tempat tak dikenali, kan ku tahan sepenuh hati, Semua demi bertemu kamu lagi, Wahai istriku, Janganlah berhenti berdoa dan berharap, jadikan malam sebagai waktu meminta-minta, Kepada yang maha kuasa, pencipta semesta alam, Jadikan aku kuat dengan doa-doamu, dan keberanianku, Semoga kita bertemu lagi, istriku yang cantik, Maafkan segala kesalahan kakanda, Semoga kita ditakdirkan bertemu lagi di seberang lautan sana. Erik tidak tahu definisi kata-kata manis, puisi buatannya tidak mengandung kata-kata manis yang membuat Linda senang, tetapi berisi makna pahit tentang perang dan perpisahan. Puisi yang cukup untuk merobek hati seorang istri yang ditinggal suaminya ke medan perang da
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

bentak sang gadis tak kalah garangnya dari Safira. “Ini zaman demokrasi say.... Semua orang punya hak untuk memakai apapun dan berpendapat. Berpakaian itu adalah hak bagi seseorang, kau tidak usah ikut campur dengan urusan orang lain.” bentak Safira menatap gadis tersebut sinis.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Ucap Delia memandang Romi. Romi hanya terdiam lama terpaku menatap teman di depan nya begitu cantik. Dengan menggelengakan kepala Delia lantas meninggalkan Romi. Ia sangat bingung kenapa Damar belum ada di sekolah karena damar anak yang rajin tak pernah sekali pun berangkat telat. Sambil menunggu damar Delia membuka secarik kertas di tasnya lalu berlatih puisi untuk lomba nanti. Delia berlatih di sudut ruangan menghadap ke jendela. Ia membaca puisi itu penuh dengan emosi menghayati setiap bait-bait kata. Gadis itu menulis puisi berjudul senja yang penuh dengan kerinduan. Senja yang mengahdirkan malam merubah warna langit menjadi oren kemerah-merahan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

“Aku nggak mau hidup susah bersamamu! Awalnya aku masih berharap kamu bisa bangkit lagi, tapi ternyata kamu nggak berguna sama sekali!” Jack memandangnya dengan tak percaya. “Mia, bukannya dulu kamu bilang mencintaiku? Kamu nggak matre seperti ini dulu….”
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

"Mereka menyerahkan masa depan mereka ke tangan kita tanpa perlawanan. Ketakutan adalah pengatur yang jauh lebih efektif daripada demokrasi." Arka muncul dari balik bayang-bayang pilar cahaya, langkahnya hening namun setiap pijakannya membuat lantai kristal bergetar halus. Ia mendekati Valerie, melingkarkan lengannya yang kuat di pinggang istrinya, menarik punggung Valerie hingga menempel erat di dadanya yang keras. Arka membenamkan wajahnya di ceruk leher Valerie, menghirup aroma ozon dan gairah yang memabukkan.
10822 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Pengganti Anak Kembar Milyuner Tampan

Menjadi Ibu Pengganti Anak Kembar Milyuner Tampan

Pada akhirnya, selain membawa hasil wawancara, mereka juga membawa salinan sepuluh buah puisi yang menceritakan beratnya perjuangan cinta, serta suara hati yang meminta kesetaraan. "Aku senang kita pulang dengan karya menakjubkan. Semoga ini bisa menghidupkan lagi sastra era Harlem Renaisans yang sudah hilang," ujar Julia ketika mereka sudah di mobil.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

"Melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik." "Jadi, barangsiapa yang merasa dirugikan di dunia maya, boleh menggunakan artikel itu?" tanya Aaliyah. "Ya, benar," jawab Sulaiman. Sulaiman menambahkan, ini merupakan fenomena paradoks dalam kehidupan demokrasi yang dianut di Indonesia. Banyak suara kritis atau berbeda dari narasi negara seringkali dibungkam melalui pasal-pasal UU ITE.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Demi Suamiku

Pengorbanan Demi Suamiku

Demi masa depannya, suamiku menyuruhku bekerja sebagai pengasuh di rumah atasannya. Awalnya aku sangat enggan, tapi suamiku memohon berkali-kali, bilang bahwa jika aku bersedia, jalan untuk kenaikan jabatan dan gajinya akan mulus. “Lagipula ASI-mu juga berlebih setiap hari, anak kita juga nggak habis. Lebih baik kamu cari penghasilan tambahan!”
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
FREL.

FREL.

Aku berkonsentrasi penuh, memusatkan pikiran pada puisi yang cocok untuk kujadikan acara penembakan. Aku berdeham sebelum memulai mengucapkan satu karya lagi buat Kak Kevan. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." "Gue juga suka puisi itu, berjudul "Aku Ingin" karya dari Sapardi Djoko Damono."
9.426.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 606 kali sebagai puisi demokrasi
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Pengelana Tersesat
Ceritanya seru, tapi sekedar saran, perlu koreksi cara promosi. Lebih halus dan sopan ke Author. Takutnya promo kaya biasanya bakal bikin masalah di masa depan. Tapi, klo mau lanjut juga silakan. Saya yang tersesat hanya mengingatkan agar hanya saya seorang yang tersesat
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status