Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

Karena dia selalu bilang, “Hidup tuh kayak puisi yang kadang absurd tapi harus tetap dibaca sampai selesai.” Dan untuk Dimas, satu pulpen kayu dengan ukiran lambang timbangan keadilan, dan satu notes kulit kecil berwarna cokelat tua. Tidak mewah, tapi ada makna di baliknya. Pulpen itu simbol suara yang kini tak lagi bisa dibungkam. “Aku nggak pulang dengan tangan kosong,” gumamku sambil membungkus ulang pita-pitanya.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

Ok sir," jawab Lusi. (Baik Pak,) Lusi akhirnya membacakan puisi yang berjudul Prajurit Tangguh. "You are a valiant young man, with a striped uniform and a long-barreled weapon that you always hold in your hand. You are a Tough Soldier, who is a lamp in the dark. Which becomes an umbrella when it rains, which becomes a comfort when we are sad. You are willing to die to protect the Republic of Indonesia, O tough soldier," ucap Lusi dengan semangat empat lima membacanya.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 473 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Demi Cinta Pertamanya, Dia Korbankan Anak Kami

Demi Cinta Pertamanya, Dia Korbankan Anak Kami

Aku memandang kelompok manusia yang sudah kehilangan rasa kemanusiaan itu, lalu memejamkan mata dan menyerah untuk melawan. Tepat saat itu, pintu tiba-tiba didobrak hingga terbuka. "Apa yang kalian lakukan? Berhenti!"
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 583 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Obsesi

Obsesi

Raven maju dan mendekatkan wajahnya, ingin membaca isi pikiran orang ini melalui sorot matanya. Winter masih tersenyum dan memberinya tatapan tanpa fluktuasi perasaan apapun "Ini Negara demokrasi, pak polisi. Setiap orang memiliki hak sama untuk bebas mengemukakan pendapat." Raven benar-benar menahan diri untuk tidak menonjok pria ini dan hanya membalas
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

“ “Demokrasi intimidasi. Demokrasi kok menipu rakyat, mengisap rakyat demi kepentingan keuangan partai. Lawakan macam apa itu?” ”Tidak ada istilah demokrasi intimidasi, itu hanya permainan verbal untuk mendiskreditkan oposisi ....“ Sang intel menyanggah. ”Jangan mengulang rezim yang pernah rusak. Anda hanya akan mengulang zaman. Bisa-bisa Anda dilengserkan. Sama seperti presiden pertama, kedua, ketiga dan seterusnya!“
1019.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 635 kali sebagai puisi demokrasi
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Baca Semua Ulasan
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

Namun, jika masuk ke tanah Indonesia pada saat mengakuisisi ONE Migas, beliau berorasi seperti calon anggota dewan dengan nilai patriotis tinggi. “Kita sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi tentu tetap menjaga kerukunan antar umat beragama. Jangan sampai isu-isu kecil akan menghilangkan mata pencaharian kalian. Kita ini sosialis, bukan komunis! Hak setiap pekerja harus dijunjung tinggi.”
9.938.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
    Aku Menikah Demi Tahta, Bukan Demi Kamu

Aku Menikah Demi Tahta, Bukan Demi Kamu

Marquis Étienne de Montclair mengerutkan alis tipis. Bahkan Raja Théobald tampak sedikit terdiam sebelum akhirnya berkata, “Kau benar-benar ingin itu dicatat secara resmi?” Luc menoleh singkat pada Raja. “Ya.” “Apa alasanmu?” Luc tidak segera menjawab. Lalu, dengan tenang, ia berkata, “Karena kematian tidak seharusnya menjadi alasan bagi seorang wanita untuk kehilangan kebebasannya.”
289 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
⁠Dari Luka Menuju Kebebasan

⁠Dari Luka Menuju Kebebasan

Dia tiba-tiba merasa agak emosional dan bergumam, "Pernikahan itu sebenarnya perisai atau belenggu dari cinta?" Angin laut berembus lama sebelum dia mendengar jawaban Darian. "Kalau nggak bahagia, itu adalah belenggu dan belenggu itu harus dihancurkan." Cakrawala timur mulai terang. Seberkas cahaya merah muda pucat muncul di titik pertemuan laut dan langit.
11.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 418 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status