Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Aku Dan Tuan Duke

Aku Dan Tuan Duke

Ilmu keuangan, kesejahteraan rakyat, dan segala ilmu untuk kenegaraan. Demokrasi adalah konsep yang bisa dengan mudah menghancurkan manusia. Bahkan aku tak yakin pemimpin yang kelak mereka pilih bisa menjalankan fungsi-fungsi negara secara seharusnya.
1048.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi demokrasi
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
cyllachan
Terimakasih teruntuk pembacaku yang setia dan baik hati. Terimakasih banyak telah mengikuti buku ini hingga usai TwT. Aku terharu banget hiks. Komentar-komentar kalian selalu aku baca. Itulah yang bikin aku selalu semangat menulis. Kalian para pembaca setialah yang bikin aku semangat. ^w^
Yani Suryani
apakah Alexey akan diam saja atau dia akan berontak demi keadilan yg tak pernah dia dapat, bukan untuk menggulingkan kaisar tapi keadilan yg sesungguhnya Dia si iblis itu juga telah menganiaya janda dari orang yg berjasa buat kekaisaran ibu Alexey Medan perang, penasaran kak
Baca Semua Ulasan
Pendekar Semprul

Pendekar Semprul

Dan di dalam rumah, Gayatri menulis puisi pendek di atas kertas lontar: > “Bila darah menjadi harga dari keadilan, Maka cinta harus menjadi jembatan antara dendam dan damai.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Atau ingin mengubah nada kicauan burung? Demokrasi di Nuranipura mencapai puncaknya di sini. Keputusan diambil bukan berdasarkan suara terbanyak, melainkan berdasarkan The Harmonic Resonance. Jika sebuah ide terasa selaras bagi semua orang, ia akan mewujud secara otomatis saat matahari terbit.
714 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
MAHAPATIH DARI MASA DEPAN : Dark Romance di Istana Majapahti

MAHAPATIH DARI MASA DEPAN : Dark Romance di Istana Majapahti

"Tidak ada raja? Lalu siapa pemimpinnya?" "Pemimpinnya dipilih oleh rakyat," jawab Alesha. "Itu disebut Demokrasi." "Semua rakyat bebas memilih? Lalu bagaimana jika ada rakyat yang tidak cakap atau bodoh? Apakah suaranya sama dengan seorang ahli strategi atau seorang empu yang bijaksana?" tanya Arya, mencoba mencerna konsep itu. "Ya, begitulah. Suaranya dianggap sama, satu orang satu suara," ucap Alesha.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Pernikahan Politis

Pernikahan Politis

jawab wanita itu sekilas, dengan menatap Akhtar sekelebat. “Dengan sistem demokrasi saat ini, apa pun bisa terjadi, Dik. Tergantung ideologi penguasanya. Pada titik tertentu, slogan dari rakyat dan untuk rakyat itu tidak berlaku. Sebagaimana kasus yang terjadi di Turki saat penguasanya menetapkan lafaz azan diganti dengan bahasa nasional.” Akhtar memberikan contoh bagaimana bentuk pemerintahan republik bisa seenaknya memelintir penerapan syariat di tangan penguasa yang tidak tepat. Seperti saat kepemimpinan Mustafa Kemal yang mengakhiri sistem khilafah, diganti menjadi republik di Turki pada tahun 1924.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Demi Anak Angkat, Aku Dikorbankan

Demi Anak Angkat, Aku Dikorbankan

Wisha yang sudah berusia sembilan belas tahun, juga pulang dalam keadaan mabuk setelah pulang dari pesta bersama teman-temannya. Sesampainya di rumah, begitu melihat Ayah di ruang tamu, dia berpura-pura terjatuh di pangkuan Ayah dan bahkan mengulurkan tangan untuk menarik kerah baju Ayah. "Ayah, aku sangat mencintaimu." "Seandainya saja Ayah bukan ayahku." Ini adalah godaan yang sangat jelas. Wisha benar-benar tidak sabar melakukannya, bahkan sebelum menginjak usia dua puluh.
12.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

Rela mengorbankan dirinya demi masa depan mereka. Namun ternyata... ketulusan memang kalah oleh kekuasaan. Raiden tersenyum hambar. Kadang dunia memang aneh. Orang-orang yang hidup jujur justru sering menderita, sedangkan mereka yang curang malah hidup nyaman tanpa rasa takut. Di mana letak keadilan itu? Raiden sering bertanya dalam diamnya. Dalam malam seperti ini.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Kau Peras Peluhku Demi Madu

Kau Peras Peluhku Demi Madu

tanyaku. Diam dan hening melanda suasana kami, Yahya masih memandangku penuh kasih. Lalu diurainya pelukan, dia sedikit bergeser duduknya. Kini lelakiku itu duduk menghadapku. Aku menunduk, jariku masih sibuk melipat baju. "Kamu pasti tahu arti poligami bagiku, Arini. Dan sudah aku tegaskan bahwa poligami ini sangat penting bagiku, ini adalah salah satu caraku untuk berdakwah," papar lelakiku.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 749 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

Ekspektasi yang besar nan tinggi, harus hancur oleh ucapan tegas dari kiayi Musthofa. Sementara kiayi Musthofa tidak mau ambil pusing dengan protes yang di layangkan oleh Umi Salamah. Dia merasa apa yang di sampaikan oleh Umi Salamah, hal yang wajar. Ia merasa itu bukan hal yang harus di ambil pusing oleh dirinya. Sehingga Kiayi Musthofa pun merasa apa yang terjadi di hari ini. Merupakan bagian dari apa yang di sebut sebagai demokrasi. Sehingga itu adalah hal yang wajar untuk di lakukan oleh dirinya. Tidak harus mengambil pusing setiap tindakan yang di lakukan oleh orang lain.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi demokrasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status