Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Panggil Aku Gembul

Jangan Panggil Aku Gembul

ucapnya. Tapi Kinan terlihat bingung. "Elo ngomong ma gue?"tanyanya. "Hadeh, ya iyalah gembul. Emang ada siapa lagi yang badannya melebihi gajah disini, ha...ha...ha..., ujarnya diikuti teman yang lain. Sepertinya mereka 1 geng. "Minggir, gak!! Elo sadar gak seh elo daritadi ngalangin gue tau!!" Bentaknya kepada Kinan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubuat Kamu Dan Selingkuhanmu Menyesal Part 41: Terkuak Aryo dan Arya kembar "W*'alaikumsalam," jawab wanita yang sedang menyapu halaman. Dia memakai gamis besar dan hampir saja menjuntai ke tanah. "Apa benar di sini ada yang namanya Mas Arya?" tanya Santi kembali. Ia masih saja cemas dan takut kalau alamat yang dia dapat dari sekretarisnya Dion salah.
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 840 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Hal ini tidak mudah, hanya dapat dilakukan oleh seorang jago silat yang benar-benar handal. Rupanya yang menyerang Long Wan tadi seorang lelaki gimbal, wajahnya buruk terutama kelopak matanya sangat cekung seperti tengkorak. “Pendekar Gurun Gobi, kali ini kamu harus mati!” kata si Gimbal. Semua orang terkejut, bahkan si Muka Setan sendiri sampai melompat saking kagetnya saat mendengar si Gimbal memanggil Long Wan sebagai Pendekar Gurun Gobi.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 576 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

Putriku Kelaparan di Rumah Mewah Suaminya

“Setelah kita sah, apa kamu sikapmu masih akan semanis ini, Bang?” “Enggak. Ini belum sampai semanis gula. Tapi kalau kamu sudah jadi permaisuriku, aku akan bersikap semanis madu.” Aku mengulum senyum. “Haduh, bisa meleleh hatiku jika digombalin terus, Bang.” “Gombal itu adalah semacam rayuan berbalut dusta, Dik. Tapi yang kukatakan bukan gombalan, tapi kenyataan. Kita buktikan saja nanti.”
1094.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
MENYUSUI TUYUL

MENYUSUI TUYUL

tanyanya kebingungan. * * * *Maafkan kehaluanku, who is Wewe Gombel? Jawab di kolom komentar ya! Baca juga TEROR BUNGA TASBIH HITAM, sebentar lagi siapin tisu ya.* 🥰
1039.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 949 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Disangka Masih Hilang Ingatan

Disangka Masih Hilang Ingatan

Dia malah murung. Aku heran. "Tapi apa?" Ada rasa khawatir memburu dada. "Tapi ... gak ada tempat spesial lagi selain ada di dekat kamu." "Iiiih!" Sontak kusundul kepalanya dengan telapak tangan ini. "Tukang gombal!" ketusku sambil tertawa. "Aku gak pernah gombal. Kecuali sama kamu." "Bohong."
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Lembah Walaing bergemuruh dahsyat, bukan karena guncangan alam, melainkan akibat pelepasan puncak ilmu bela diri dari seorang resi perkasa, Mpu Kumbhayoni. Setiap inci tanah di sekitarnya seolah hidup, bergetar menyalurkan energi dahsyat yang terpancar dari gada yang digenggam sang Mpu. Baja berat di tangannya seakan memudar, digantikan oleh entitas gaib yang membara, memancarkan hawa panas hingga rumput-rumput hijau di sekitar garis serangnya mendadak layu dan menghangus. Aura yang mendominasi tersebut, cukup untuk membuat nyali prajurit paling pemberani sekalipun menciut, namun di hadapannya, berdiri dua pilar hidup yang teguh, tak tergoyahkan sedikit pun: Wulung dan Mudra, murid-murid set
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

“Kenapa ke sini? Sudah bilang lagi malas.” “Pacarnya datang bukan disambut, tetapi disemprot. Untung gue cinta sama lu,” ujar Abbian dengan ciuman yang sudah mendarat di puncak kepala. “Lu pasti sendirian di rumah, makanya gue ke sini sambil bawa telur gulung kesukaan lu. Seperti biasa, sausnya gue pisah biar telur gulungnya enggak becek.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status