Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pemburu

Kembalinya Sang Pemburu

________________________________________ [ Status ] Nama : Noir Kamendas Gender : Pria Usia : 28 tahun Total Power : 3 kali lebih kuat dari yang lain. Informasi lebih : Kasus spesial. Terdeteksi sebagai calon yang terbangkit tanpa terkena wabah. Senjata : Pandai dalam melihat situasi yang akan menguntungkan dirinya. ________________________________________
8.95.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pewaris Yang Terbuang

Kembalinya Sang Pewaris Yang Terbuang

“Cantik, kau sangat cantik, Athena.” Athena berdiri di hadapan Kane, gaun putih itu membalut tubuhnya yang ramping. Gaun yang tidak memiliki banyak kilau, namun terlihat anggun di kulit terang Athena. Athena sengaja memilih gaun ini, gaun ini sangat pas untuk pesta pernikahan kebun di malam hari. Tidak terlalu mewah, namun mampu menonjolkan sisi manis seorang Athena yang lembut.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Gumam Reyna. Reyna menangis tapi bukan menangis sedih, tapi lebih seperti menangis lega. Linggar membuka halaman lain di balik gambar yang ditunjukkan oleh Reyna dan Linggar melihat gambar sosok hantu-hantu lain yang sepertinya Reyna gambarkan. Dari sana Linggar tahu apa kemungkinan besar yang dirasakan oleh Reyna, kemungkinan Reyna dikucilkan karena kemampuannya itu.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

“Mau kemana? Malam ini agak sepi, kalian baru keluar dari sana, kan?” Elora merasakan ketegangan yang semakin mengental di udara. Ia merasa dirinya terpojok, tapi ia berusaha tetap tenang. “Kami hanya sedang berjalan,” jawabnya, berusaha menunjukkan ketenangan yang tak sepenuhnya ia rasakan. Pria yang berbicara itu tersenyum lebar, matanya menyelidik. “Kalian nggak kelihatan seperti orang biasa. Punya tujuan tertentu, ya?”
945 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Tanpa kubaca isinya, aku penasaran mengenai titi mangsanya. Kuscrool sampai bawah, tak ada titi mangsa. Di sana hanya tertulis, Gadisku Beraroma Dupa - Ida Ayu Ambarukmi. Siapa itu? Apa Mas Ichsan juga memiliki kehidupan lain di dunia maya? Cepat-cepat kukembalikan kursor ke atas, berniat membaca postingan itu. Sebuah puisi berbentuk paragraf dengan kalimat lugas dan minim majas. Kaff pernah bilang, yang seperti itu namanya senandika.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil

Gadis Kecil

"Tumben kesini?" "Anter oleh-oleh buat mami." Anggi mengulurkan tas yang berisi oleh-oleh. "Bandung aja pakai oleh-oleh." Leo menggelengkan kepalanya "Mami didalam lagi marahin Jimmy." "Kenapa?"
757 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi. Lara tak menyangka hanya dengan sekali take ia sudah bisa membaca puisi itu tanpa kendala apapun. Padahal Lara termasuk anak yang sulit untuk fokus, terutama saat membaca puisi. Dia selalu ingin tertawa dengan sebab yang tak jelas tiap kali membca puisi apalagi sambil direkam seperti yang saat ini dilakukannya. Entah mengapa kali ini ia berhasil. Meskipun Lara tetap saja tidak percaya diri untuk mendengarkan
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

"Ini yang aku sedikit bingung. Gambreng itu bukan kata padanan yang layak untuk kalimat religius seperti Hom Pim Pah Alaiom. Bukan satu cabang bahasa. Sepertinya itu cuma ditambahkan sekelompok orang yang ingin memberi peringatan tentang sesuatu. Tetapi yang jelas, Hoom Pim Pah bukan kalimat untuk sebuah permainan. Sebab itu mungkin ditambah gambreng tadi..." "Ya, aku setuju. Hoom Pim Pah Alaiom itu pasti sebuah bentuk kalimat religius yang sebenarnya tidak diperuntukkan untuk bermain awalnya. Mungkin semacam kalimat pada kitab suci, yang terus diucapkan hamba Tuhan dalam setiap keadaan?" Prana mengangguk,"Aku setuju, sayang. Apalagi kalau kita bedah makna Gambreng. Gambreng itu dari Bahasa
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai puisi gombal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status