Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU

SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU

Aku mendorong halus bahunya tanpa canggung. "Apa itu 'gombal'?" Kenshi mengerutkan dahinya lagi. Aku tertawa geli, menyadari dia tak mengerti arti kata 'gombal'. "Kulitmu coklat, hidungmu mancung, bulu matamu juga lentik. Dan kamu tahu, alismu yang tebal itu sangat menarik. Bahkan sekretarisku pernah bilang, kamu itu mirip dengan penyanyi Indonesia siapa itu...Is...Isya..."
865 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as puisi gombal
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

gumam Lila, matanya tidak lepas dari simbol itu. “Perjanjian tidak pernah benar-benar hilang,” jawab makhluk kecil itu dengan suara mengejek. “Hanya dialihkan. Kalian telah membebaskan nenek buyutmu, tetapi kalian telah membuka pintu untuk sesuatu yang lebih besar.” Arga, meski tubuhnya lemah, berdiri di samping ibunya. “Apa yang kau inginkan?” Makhluk kecil itu tersenyum lebih lebar. “Tumbal.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi gombal
Read
+Library
Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Jawaban Garda singkat-singkat. Mana ada rayu-merayu, gombal-menggombal. Meski pernah Daisha dengar dari Bang Daaron bahwa Garda menyebutnya cantik. "Ais, kata Garda jangan cantik terus! Kan, sampe kebawa-bawa ke alam mimpi dan Garda mimpi ba—hmph!" Tunggu, tunggu. Mimpi apa pas itu, ya? ***
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 485 Times as puisi gombal
Read
+Library
Godaan Di Balik Jebakan Untuknya

Godaan Di Balik Jebakan Untuknya

Aku melihat sekeliling dan menyadari bahwa kami sudah berada di depan sebuah rumah bertingkat tiga. Kami berdua turun dari mobil, melihat Fredy turun dari mobil pengemudi pengganti, dan berjalan menghampirinya. Fredy mengajakku ke sebuah gazebo di dekat rumah. Dia menyodorkan sebatang rokok sambil bergumam, "Makanan seenak apa pun kalau dimakan terus-menerus akan terasa membosankan. Begitu juga dengan wanita, secantik apa pun, kalau terlalu sering dilihat, akhirnya akan terasa biasa saja."
5.7K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as puisi gombal
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Malam itu, obor dinyalakan, dan di tengah balai desa, seorang pemuda memainkan rebab sambil menyanyikan syair baru: “Dari hening Kali Bening, Lahir cahaya tanpa dendam, Langkahnya lembut, tangannya petir, Raka… sang pelindung malam.”
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as puisi gombal
Read
+Library
Istri yang Kau Buang

Istri yang Kau Buang

"Pada CV tertulis kalau Anda adalah seorang lulusan sastra. Pernah bekerja sebagai seorang finance. Saya ingin tahu, kenapa anda bisa nyasar di bidang itu?" Ditatap sedemikian rupa dan diberi pertanyaan seperti itu, membuat rasa gugup kembali menyerang. Sebenarnya Sofia sudah menyiapkan diri jika mendapat pertanyaan seperti itu. Pertanyaan yang cukup lumrah sebab basic pendidikannya adalah Sastra Inggris. Namun, mendengar kata 'nyasar' yang diucapkan penuh penekanan oleh lelaki itu, mau tidak mau Sofia gugup juga. Dia berpikir keras sebelum akhirnya memberikan jawaban.
98.5K viewsOngoingAdded to Library 211 Times as puisi gombal
Read
+Library
Kembalinya Gadis Terbuang

Kembalinya Gadis Terbuang

Dalam percakapan dengan Paman Rendra, Karin menulis: "Paman, transfer untuk 'tas baru' saya sudah masuk? Jangan lupa, laporan triwulan saya harus yang bagus. Kita sama-sama diuntungkan, kan?" Paman Rendra membalas: "Tenang, keponakanku. Transfer sudah. Laporan divisimu akan tetap yang terbaik. Ayahmu tidak akan tahu apa-apa. Asal kamu jaga mulut tentang 'perusahaan pengiriman' saya."
611 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi gombal
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.3K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as puisi gombal
Read
+Library
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

Dia berusaha menghentikan tawa. "Sedang di gunung sampah, kenapa emangnya?" tanyaku dengan melotot garang. "Hahaa ... Aduh ... Ngapain di sini? Masa iya dari profesi penulis pemes beralih jadi pemulung cantik! Hahaa ... Gokil, gokil." Dia tak henti-hentinya menetertawaiku. "Gue sedang riset untuk cerbung baru dengan judul 'gembel cantik itu ternyata ratu.' Awas jangan dibocorin judul gue ini!" Aku mendengus kesal.
1037.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as puisi gombal
Read
+Library
Pesugihan Tumbal Nyai

Pesugihan Tumbal Nyai

Dendamku akan terbalas malam ini. Embusan angin terasa kian mengencang dibarengi dengan burung gagak seolah bersorak dengan kedatangan sang penguasa bumi dan lautan. Cahaya kedatangan Nyai yang sangat kurindukan sudah mulai menunjukkan biasnya.
48.7K viewsCompletedAdded to Library 225 Times as puisi gombal
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status