Mencarimu dalam Bimbang
Kecemasan tenggelam dalam kelam, hingga tiada rasa percaya, bahwa roda akan berputar, dan cahaya terang akan datang bersama rembulan yang menemani malam di tengah rumpun keramaian.
Gerutu yang berkecamuk dalam dada, baranya membakar suara kota. Gemuruhnya lenyap ditelan kepedihan. Hingga lelahku siap menjemput malam. Hanya Jangkrik yang berderik di atas pohon yang berdiri di atas kekokohan trotoar yang terbentang mengikuti alur jalan yang terpeluk olehnya. Tiang-tiang yang berdiri menyambut kehadiran mentari setiap pagi tak sedikitpun berusaha menghentikan kekacauan. Kehancuran seolah membunuh dan sungguh hati ini tiada hentinya mengeluh, mengadu pada awan yang berubah, menjingga.
Bab Populer