Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

Kini dia berguling-guling diselimut hingga tubuhnya terbungkus seperti kepompong. “Biasanya aku terbangun di malam hari untuk melayani orang, sekarang aku jadi sulit tidur malam hari.” seraya menghela napas. Hingga menjelang pagi dia pun menguap lalu merebahkan tubuh dan tidur. Dia tidur di pagi hari dan terbangun saat matahari sudah terbenam. “Hoaammm….sudah jam enam sore ternyata.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Kecemasan tenggelam dalam kelam, hingga tiada rasa percaya, bahwa roda akan berputar, dan cahaya terang akan datang bersama rembulan yang menemani malam di tengah rumpun keramaian. Gerutu yang berkecamuk dalam dada, baranya membakar suara kota. Gemuruhnya lenyap ditelan kepedihan. Hingga lelahku siap menjemput malam. Hanya Jangkrik yang berderik di atas pohon yang berdiri di atas kekokohan trotoar yang terbentang mengikuti alur jalan yang terpeluk olehnya. Tiang-tiang yang berdiri menyambut kehadiran mentari setiap pagi tak sedikitpun berusaha menghentikan kekacauan. Kehancuran seolah membunuh dan sungguh hati ini tiada hentinya mengeluh, mengadu pada awan yang berubah, menjingga.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Petualangan Hidup

Petualangan Hidup

Aku ingin melihat hantu! Teriakan liar itu kembali menggema dikeheningan malam, memotong udara seperti pisau dan membekukan kami dengan tangan di atas bahu Hari. Jeritan itu naik sangat tinggi, menggantung di sana sejenak dan kemudian meluncur ke suara terendah yang bisa dibayangkan. Ini diikuti oleh ledakan yang terdengar seperti tawa gila, dan kemudian hilang menjadi keheningan lagi.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Saat dibacakan lantang di puncak Menara Pelintas Senyap, getaran halus menyelimuti seluruh lembah. Puisi: “Retakan yang Mendengar” Aku bukan suara, Aku luka yang berjalan, Tidak menuju akhir—tapi ke awal yang ditolak. Jika engkau dengar namamu dari pasir, Jangan jawab—itu hanya bayang yang belum melupakanmu. Maka, retaklah wahai batu! Buka mulutmu untuk segala yang tak pernah sempat dikatakan!
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 994 kali sebagai puisi jeritan malam
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
ARWAH CINTA PENASARAN

ARWAH CINTA PENASARAN

RINTIHAN TENGAH MALAMSuara itu masih terngiangMenyertai derit pintu yang usangNgik... ngik... seperti nafas seseorangYang merintih di keheningan malamRosdiana...Wanita cantik itu merintih Menghadirkan suara yang membuat nyeriMerintihKarena dosa yang ia milikiRosdianaWanita itu merintihDalam tengah malam yang sepiTubuhnya membekuTertempa dinginnya malam dan tanah makamTak ada seorangpun yang perduliBahkan kekasih hatipun membiarkan ia sendiri.Tengah malam yang sepiIa merintihMengganggu tidur mereka yang mengerti...
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

"Jangan, Om, jangan! Tolong! Tolong!" Laura menjerit sekuat tenaga, berharap ada orang lewat yang bisa menolongnya. Meskipun rasanya mustahil karena malam terlalu larut. Sejak tadi hanya keheningan yang mengisi tempat ini.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

Malika Tantrayani melempar tawa melengking tinggi, suara tertawanya bergaung memantul di antara dinding-dinding makam bata merah hingga membuat beberapa burung hantu malam terbang panik meninggalkan sarang mereka di pucuk kamboja. "Kalacitra, adikku yang malang, kau telah berjalan terlampau jauh dari batasan malam suci kita hanya untuk menjadi budak dari anjing-anjing tanah Majapahit tengah," ucap Malika, nadanya terdengar manis namun sarat akan racun batin yang menguji keteguhan iman ksatria. "Lihatlah apa yang kau bawa di atas tandu bambu itu, seonggok daging tua tanpa sisa kejayaan yang sebentar lagi akan menjadi pupuk penyubur bagi kebangkitan trah malam yang sejati!"
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Pedang Ganda

Legenda Pendekar Pedang Ganda

Jeritan demi jeritan memenuhi udara malam, menciptakan simfoni kematian yang tak terlupakan. Setiap tebasan pisau memutuskan benang-benang kehidupan. Wajah-wajah yang dulu penuh harapan kini hanya tinggal kenangan. Banjir darah segar mengalir dari luka-luka menganga, mengubah tanah menjadi lautan merah. Erangan sekarat para korban seakan merobek udara malam, mengantar mereka ke alam yang berbeda.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai puisi jeritan malam
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Hai semua, Serpihan Salju ingin mengucapkan rasa terima kasih atas kesetiaan dan kesediaan para pembaca tersayang dalam mengikuti kisah 'Legenda Pendekar Pedang Ganda' hingga sejauh ini. Jangan lupa untuk terus mengikuti dan mendukung naskah ini dengan limpahan berlian tosca (gem) agar penulis menj
Baca Semua Ulasan
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

Tubuh bayangan itu pecah, meledak menjadi serpihan-serpihan hitam berkilau seperti pecahan kaca yang dilemparkan ke langit kelam Negeri Malam. Jeritan membelah udara—bukan sekadar suara manusia, melainkan lautan ratapan ribuan jiwa yang terkunci dalam derita abadi. Suaranya begitu mengerikan hingga udara sendiri terasa berdenyut, tanah berguncang, dan debu berputar membentuk spiral ke langit. BOOOM!!!
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 954 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status