Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
478 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

"Aku juga sudah nggak mau benci kamu lagi, nggak ada gunanya. Biarin semuanya berakhir dan kembali menjadi debu." Kebencian adalah hal yang sangat menguras tenaga dan energi, pria ini sudah tidak layak mendapatkan perhatianku sedikit pun. Andi menatapku rumit. Dia terdiam sambil mengambil kapas lidi yang sudah dibasahi air untuk mengolesi bibirku yang kering, matanya perlahan mulai memerah. "Cintaya, kamu bakal sembuh kok. Tolong, kamu harus benci aku sekuat tenaga dan balas dendam sama aku, nanti kamu boleh lakuin apa pun yang kamu mau, oke?"
12.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Dia seperti tidak menerima fakta bahwa dirinya adalah perempuan yang kotor dan hina. Laura mendongak melihat langit yang cerah dan biru. Kontras dengan perasaannya saat ini. Langit seolah menertawakannya dan seakan mengatakan. 'Kamu memang hanya pantas menjadi perempuan malam, Laura. Kamu nggak bisa keluar dari dunia itu karena itulah takdirmu, terima saja!'
10911 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
PUSAKA PEDANG LANGIT

PUSAKA PEDANG LANGIT

Tidak ada seorangpun yang dapat mencapai puncak gunung tersebut, puncak gunung asap yang selalu diselimuti oleh asap membuat puncak gunung itu benar-benar terkenal dengan bahayanya. “Iya, aku sudah tidak kuat,” jawab Zoe mangaku jika dirinya sudah tidak kuat lagi dan tidak melanjutkan pertandingan itu. Zoe yang lebih turu mengakhiri pertandingan tersebut, meskipun dia sudah berusaha untuk menjadi murid dari kakek Ling. Tapi tetap saja dia tidak bisa memaksakan kekuatan dalam dirinya “Harusnya kau bisa memang sebagai pemilik pedang langit,” ucap Kakek Ling terlihat sedikit kecewa dengan hasil pertandingan di mana Zoe menyerah lebih awal.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 755 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

MENDADAK JADI PEMBANTU KESAYANGAN TUAN MAFIA

aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada David tahu itu adalah salah satu puisi milik Djoko Damono yang terkenal. Puisi yang diberikan untuk menyatakan rasa cinta dalam diam pada orang yang disukai. David meremas foto itu. Dadanya panas, mulai terbakar cemburu. Walau tahu bahwa itu adalah masa lalu.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Canda tawa menghiasi perjalanan, perlahan matahari mulai tenggelam, tiga sosok memutuskan untuk berpisah dan melanjutkan perjalanan besok pagi, api unggun dinyalakan, daging kering dibakar, sambil menunggu daging matang An Hui menghibur cucunya dengan cara membacakan sebuah puisi. "Hidup seperti air mengalir!" "Jangan lengah atau berlebih!" "Angsa emas makan ikan!" "Dewi turun dari pelangi, menari-nari?" "Melangkah maju dan mundur!" "Tergantung pilihan!" "Langit bergemuruh memberikan semangat, bumi bergetar dalam diam, berteriak kepada dunia!" "Hore….! "Wah, puisi yang bagus!"
9.5454.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.4K kali sebagai puisi mendung
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Baca Semua Ulasan
Jalan Sunyi sang Pendekar

Jalan Sunyi sang Pendekar

Air danau yang terpental itu mengguyur daratan di sekitar danau, membanjiri tanah dan membuat beberapa pohon tumbang akibat hantaman arus deras yang datang secara tiba-tiba. Di tengah danau yang kini terlihat lebih surut, kabut putih mengepul tebal. Saat angin sore bertiup pelan, kabut itu perlahan tersibak, menampakkan sosok Luo Lian yang berdiri tegak di atas permukaan air. Wajahnya pucat dan nafasnya terengah-engah. Ia baru saja menggunakan Jurus Tebasan Taring Bulan, sebuah jurus yang membuat tubuhnya bergerak secepat kilat dan menebas bagaikan taring bulan yang dijatuhkan.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

────୨ৎ────────୨ৎ──── Aku angin yang menertawakan debu, ketika kuyup hujan memenuhi haribaan. Aku di gantang nelayan menarik perahu, untuk meriwayatkan kisah di tengah samudra. Memilah kata menjadi baitmu, itulah aku. Menghalau jengah, mengusir rindu. Menguliti pelangi untuk mewarnai hariku bersamamu, biar cinta indah sesuai harapku.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status