Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

Harsa duduk bersila, memegang kecapi dengan sikap tenang. Jemarinya bergerak, memetik senar demi senar, melantunkan alunan yang lembut namun menghanyutkan. Di sela alunan itu, ia mulai melantunkan puisi. Suara Harsa jernih, ritmenya stabil. Puisi tentang langit musim gugur, tentang angin yang membawa rindu, tentang perasaan yang tak pernah diberi nama.
1029.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai puisi mendung
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Beta's Family
thor.. saking kamu irit bgt updatenya , aku sampe nanjak lg ngulang baca dr awal.. masih suka & exited. ramadhan bisa lah thor sekali update 5 bab gt... kalo pas adegan putri & putra mahkota jgn tiba² dipotong dong thor trs langsunh jump ke adegan lain , sangat disayangkan.
nanadvelyns
Dear, pembaca terkasih. Terima kasih banyak untuk yang masih setia menunggu penulis update 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。. Dukungan, perhatian, dan doa yang kalian tinggalkan di kolom komentar sangat berarti! Mulai hari ini novel akan update seperti biasa ya, karena alhamdulillah keadaanku sudah membaik:>. Love youuu
Baca Semua Ulasan
Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

tanyaku. Anak itu mengangguk. Lalu kembali asik dengan mainan barunya. Aku menatap jalanan yang cukup ramai. Awan sudah mendung pertanda hujan segera datang. Semoga sampai di sana tidak hujan. Karena ada pepatah yang mengatakan bahwa mendung belum tentu hujan. Sore menjelang malam. -Pantai Pasir Putih PIK 2
1025.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 682 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

"Oh Papa … Seika juga rindu sekali dengan Mama." "Ah Lieverd, kita doakan Mama selalu, ya?" "Pasti, Papa!" Bila nanti saatnya tlah tiba Kuingin kau menjadi milikku Berjalan berdampingan dalam terik dan hujan Berlarian ke sana ke mari dan tertawa (Payung Teduh)
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Puisi ini Ten wiersz jest Garis surya di dinding Żyłką słoneczną na ścianie Seperti semua fotografi musim semi Jak fotografia wszystkich wiosen Aku akan membawakanmu beberapa nyanyian hujan Kantyczki deszczu wam przyniosę Nada musik pudar di lonceng langit Wyblakłe nutki w nieba dzwon Seperti menghirup angin muda Jak młodym wiatrem oddychanie
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Setelah makan malam, hujan mulai turun di luar. Julian bersikeras ingin tidur bersama Federik, jadi Susan mengizinkannya menginap. Namun, saat bangun untuk minum air di tengah malam, Susan malah bertabrakan dengan Federik. "Aduh." Susan menjerit dan jatuh ke samping. Federik meraih dan menariknya ke dalam pelukannya, lalu bertanya dengan gugup, "Ada apa? Apa kamu terluka?"
17.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 612 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Miliarder Tampan Itu Jodohku!

di situ tertulis sebuah puisi, Engkau laksana bulir embun pagi, menyejukkan, setelah jiwa beradu dengan malam yang kelam. Engkau laksana temaram bulan, mendamaikan, seusai perjalanan panjang tanpa arahan tujuan. Engkau laksana angin yang bergerak perlahan, meneduhkan, sesudah perang melawan ketidak pastian. Ijinkan aku untuk masuk ke dalam bilikmu.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Dibohongi Suami yang Ternyata Kaya

Dibohongi Suami yang Ternyata Kaya

Sementara Asma, hanya diam dengan wajah tertunduk lesu. _____ Mendung hitam bergulung-gulung bergelayut pada kaki langit. Sepertinya hujan akan turun sangat deras. Entah mengapa kemarau kali ini hujan kerap kali menyapa bumi. Apakah bumi yang terlalu meridukan langit, ataukah langit yang tidak mampu menahan rindu untuk bumi.
1061.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Lelaki berpakaian ungu itu bahkan merapatkan ujung pakaiannya yang terbuka untuk menghalau dingin yang menyelusup tubuh. Merasa tidak ada yang ganjil dari Baramundi, Mamak Jambul kembali menikmati suasana hujan deras. Matanya sesekali memejam sedang cuping hidungnya kembang kempis menghirup udara dingin yang meliputi. Mamak Jambul begitu menikmati hujan selayaknya seorang pengrajin puisi yang hobi dengan rintik, petrakor, kenangan, basah, gelisah, terpisah, aroma dan ribuan kosakata lain untuk mewujudkan hujan dalam versi puisi.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Yang mungkin apabila diartikan. Anak kecil bisa terbang Terbang di gelapnya malam Terbang melayang di awang-awang Mencari yang manis-manis Yang berupa buah-buahan Apa saja yang ketemu Jika siang bergelantungan Di dahan-dahan pohon Bunyinya bersahutan Coba kamu pikirkan Apakah itu namanya Pandai sekali jika menemukan jawabannya. Wanita yang menyebutkan dirinya adalah Dini itu, terlihat sedang mendeskripsikan dirinya sendiri dengan nyanyian pupuh kinanti sunda.
9.8682.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.3K kali sebagai puisi mendung
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi mendung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status