SALAH MEMILIH SUAMI
Mobilku terus meluncur di kegelapan malam, mengikuti kearah manapun tangan membelokannya, mataku terhalang kabut cemburu, pikiran di rasuki rasa penyesalan, dada bergemuruh dengan suara hati yang bertalu-talu.
Aku menginjak rem di pertengahan jembatan panjang, menelungkupkan wajah di atas stir, meredam rasa sakit yang menusuk-nusuk, kalau luka ini nampak sudah pasti terlihat berlumuran darah.
Ada rasa sesal yang tidak bisa kuungkapkan, ada banyak kalimat yang ingin kuutarakan, tapi aku hanya bisa menahan, bagai menelan obat tanpa air, membuat tersedak dan rasanya sangat pahit.
Hot Chapters