KEMBALINYA SANG RATU
Mereka berasal dari negara-negara jauh—dari Rusia, dari Amerika, bahkan dari Nusantara—yang bersama-sama membentuk jembatan antara modernitas dan tradisi.
Di sebuah ruang pameran yang diterangi lampu temaram, Lintang mendengarkan dengan seksama ketika seorang gadis muda dari Rusia, Anastasia, bercerita tentang bagaimana peradaban mereka pernah terbangun dari salju dan es, tetapi kemudian dipenuhi oleh ambisi yang tak henti-hentinya. "Kita lupakan sejenak tentang perang dan tarif, dan mari kita dengar suara alam. Dalam kehampaan angka nol, ada kekuatan yang menanti untuk dirangkai menjadi puisi kehidupan," katanya dengan suara penuh haru. Lintang merasa, bahwa melalui kata-kata itu, ia seakan