Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Nyanyian tanpa lirik, tapi penuh makna.” Ratih menatap Nagara yang kini berdiri di tengah lingkaran cahaya. Tubuh anak itu tampak perlahan memancarkan aura keemasan yang hangat dan dari bibirnya keluar lantunan yang tidak dikenalnya sendiri, sebuah bahasa tua atau bahasa bumi. “He sang hyang rasa, nu nyiptakeun hirup, sim kuring mulih, teu deui misah ti cahaya.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi nusantara
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai puisi nusantara
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Yakhruju min-humal-lu'lu'u wal-marjan Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. 23. Fa bi'ayyi ala' i rabbikuma tukazziban Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? 24. Walahul-jawaril-munsya' atu fil-bahri kal- a'lam Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung. 25. Fabi'ayyi ala' i rabbikuma tukazziban
9.4121.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai puisi nusantara
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai puisi nusantara
Baca
+Pustaka
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

Nada yang mengisi sunyinya, melengkapi kekurangannya, dan menjadi irama paling indah dalam hidupnya. Nada akan selalu tinggal di hati Sastra dan selamanya ... akan tetap di sana. ~~~~~~~~~~~~ ~ Luka yang pernah tercipta mungkin tidak akan mudah dilupakan. Namun, cinta yang tulus selalu mampu menyembuhkan. Kanietha ~~~~~~~~~~~~ Hula, Mba beb ter💙💙💙 Nada dan Sastra pamit undur diri dengan menyelipkan anaknya papa Raga di sana. Dan, kiss banyak2 karena sudah mengikuti sampai bab akhir 🤗🤗🤗
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 900 kali sebagai puisi nusantara
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Baca Semua Ulasan
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Mereka berasal dari negara-negara jauh—dari Rusia, dari Amerika, bahkan dari Nusantara—yang bersama-sama membentuk jembatan antara modernitas dan tradisi. Di sebuah ruang pameran yang diterangi lampu temaram, Lintang mendengarkan dengan seksama ketika seorang gadis muda dari Rusia, Anastasia, bercerita tentang bagaimana peradaban mereka pernah terbangun dari salju dan es, tetapi kemudian dipenuhi oleh ambisi yang tak henti-hentinya. "Kita lupakan sejenak tentang perang dan tarif, dan mari kita dengar suara alam. Dalam kehampaan angka nol, ada kekuatan yang menanti untuk dirangkai menjadi puisi kehidupan," katanya dengan suara penuh haru. Lintang merasa, bahwa melalui kata-kata itu, ia seakan
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi nusantara
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

"Benar-benar mengecewakan. Ini terlalu hambar untuk disebut mahakarya." "Hei, Tuan!" Nauli tidak tahan lagi. Ia berdiri membela kakaknya dengan wajah memerah. "Apa kau bahkan mengerti seni? Puisi abangku itu sangat terkenal di seluruh wilayah Bakkara! Para sarjana memujanya!" Aku hanya tertawa kecil. "Terkenal bukan berarti bagus, Nona Kecil. Itu hanya berarti sainganmu sedang tidur."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai puisi nusantara
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai puisi nusantara
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Pagi: “Menulis Puisi Kehilangan” Sesi pagi ini dipandu oleh Mbak Nisa, seorang penyair yang juga pernah mengalami kehilangan mendalam. Ia meminta semua peserta menulis puisi tentang orang yang telah pergi—bukan untuk meratapi, tetapi untuk merayakan cinta yang pernah ada. Anya menulis perlahan, kata demi kata. Puisinya sederhana, tapi penuh kejujuran: Aku pernah menunggumu pulang,
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi nusantara
Baca
+Pustaka
Danuranda (Pendekar Nusantara)

Danuranda (Pendekar Nusantara)

“Aku harus kuat dan tahan akan rasa sakit, jika ini menjadi pendekar sakti dan membelaskan kematian bopo dan biung, serta seluruh penghuni Padepokan Tirta Kencana.” Danuranda langsung tergeletak roboh di atas sebuah batu besar. Dia langsung terlelap dalam tidurnya. Hari ini Danuranda benar-benar merada begitu lelah. Danuranda baru mulai membuka matanya kembali ketika pagi mulai menyingsing. Sang Surya mulai menyinari seluruh penjuru muka bumi tanah Nusanatara. Kruk!!! Kruk!!! Kruk!!!
9.95.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai puisi nusantara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status