Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Saram dikenal bukan karena banyak bicara, tapi karena satu antologi puisi berjudul Tanah yang Menolak Diam. Puisi-puisi dalam antologi itu bukan sekadar kata-kata: mereka menggugah lapisan realitas. Salah satunya, “Nyanyian Retakan Ketiga,” dibacakan secara tak sengaja di Balairung Batu saat musim kekeringan. Sesaat setelah bait keempat, tanah di bawah Tilangkar retak perlahan, mengalirkan air asin dari dalam bumi yang diyakini telah mati. Warga menyebutnya air kenang, karena baunya memancing ingatan orang-orang akan tempat yang tak pernah mereka kunjungi, tapi mereka rindukan.
101.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 65 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

Jas yang ia sampirkan di pundak Nayara jatuh, tapi dia tidak peduli. “Bagaimana bisa kamu begitu bodoh?” gumamnya tajam, nyaris seperti bisikan setan yang dipenuhi kemarahan. “Kamu tahu apa risikonya. Tempat ini—orang-orang ini—mereka bukan manusia. Mereka predator.” Nayara mengusap air matanya, suaranya lirih. “Aku tidak minta kamu datang.”
1.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 37 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Istri Manis Om Yuda

Istri Manis Om Yuda

Kayla malah asyik menghabiskan waktu dengan Galih, cucu Mbok lnem yang baru saja pulang dari kota. Galih adalah pemuda sederhana dan terampil membuat sambal yang rasanya mirip dengan sambal buatan mbok Inem. Yuda merasa cemburu saat melihat Kayla tertawa lepas bersama Galih, apalagi ketika Kayla memuji sambal buatan Galih yang katanya hampir mirip dengan buatan Mbok Inem. "Enak banget. Kok bisa mirip banget sama buatan
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Gairah Membara Paman Tunanganku

Gairah Membara Paman Tunanganku

Ia berusaha menggapai apa pun, tapi yang ada hanya gelap… dan suara ombak. karena tidak tahan menahan deburan ombak, Luna tenggelam hingga tak dapat lagi naik ke permukaan, setiap membuka mulut yang keluar hanya gelembung. 'tolong.." 'siapa pun... tolong.'
1071.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.6K Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Tragedi Cinta Bunga

Tragedi Cinta Bunga

TRAGEDI CINTA BUNGA DESA Penulis : David Khanz Deru gemuruh ombak di lepas pantai, bergulung riuh membentengi lautan. Berlarian disertai buih putih, seakan tengah berlomba mendahului menggapai tepian daratan. Terayun kuat bersama sapuan banyu yang menarik ulur tiada henti. Sementara sang surya pun tak ingin ketinggalan, dengan pongahnya menyemburkan bara memanggang bumi. Bercampur baur dalam semilir yang kian menyengat.
102.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 76 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 289 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Terjerat Cinta Palsu CEO

Terjerat Cinta Palsu CEO

Deburan ombak tidakk terlalu tinggi, buih-buihnya sedang berciuman dengan bibir pantai maupun orang-orang yang menghabiskan waktu di sana. Seindah apa pun pemandang di depan, menapa pikiran Louisa terasa kelabu seakan-akan bakal ada petir yang menyambar sel otaknya? Dia mengembuskan napas kasar, membanting diri di atas sofa empuk berbahan kulit kemudian memandangi langit-langit bercat putih gading. Dia mendecak, mengusap wajah dengan tangan kanan manakala sekaleng bir tidak mampu meredam emosi yang terlanjur bergemuruh dalam dada. Bagai ombak besar sedang menerjang Louisa dan berusaha menenggelamkan tanpa memberi jeda untuk menyelamatkan diri. Dan ombak menyeramkan itu adalah Dean. Dia membe
2.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 76 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Pengetahuannya yang dulu hanya tentang target penjualan dan meeting kantor, kini bertambah dengan kebijaksanaan sederhana yang terhubung dengan alam. Ia tetap menulis. Namun, puisinya mulai bergeser. Dari sajak-sajak tentang luka dan pertanyaan "mengapa aku tak cukup", berubah menjadi lukisan tentang keabadian ombak, tentang kesabaran batu karang, tentang nelayan yang terus berlayar meski tahu laut bisa murka. Ia menulis tentang neneknya, tentang teh jahe di sore hari, tentang kesabaran yang berbicara dalam senyap.
830 viewsOngoingIdinagdag sa Library 26 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Legenda Raja Pendekar

Legenda Raja Pendekar

Sifat dan gerak ombak menjadi inti pelajaran tenaga batin. Ombak datang dari tengah laut, gelombang di belakang mendorong yang di depan, bergulung-gulung dan bertumpuk menghasilkan kekuatan dahsyat yang menghantam tebing karang seakan hendak melumat dan meruntuhkannya.
1044.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang puisi ombak
Ipakita ang mga Review (28)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Basahin ang Lahat ng Review
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

Dengan langkah kecilnya Laiba perlahan meninggalkan tempat itu menuju jalan raya, selangkah demi selangkah perempuan itu semakin jauh setelah waktu yang cukup lama akhirnya langkah itu semakin melambat pandangannya tertuju pada tebing tinggi yang bawahnya penuh dengan bebatuan yang bertemu dengan ombak besar. Laiba berdiri disana menatap ombak yang begitu ganas akan melahap apapun yang jatuh kedalamnya, bibir perempuan itu tersenyum melihat begitu ganasnya ombak di bawahnya. Laiba berdiri di ketinggian dengan angin yang mempermainkan rambutnya yang panjang, tubuhnya yang rapuh seolah kapan saja bisa tumbang karena kencangnya angin di sana. "Maafkan aku," ucap Laiba lagi seolah Makky bisa men
1.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 56 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status