Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Bayangan Si Om Galak

Istri Bayangan Si Om Galak

Sambi terus menahan tawa, Anggia membekap mulutnya yang masih ingin terus ngakak. "Ya biarin. Lah, orang bener dia, 'kan emang udah om-om. Mana galak banget lagi. Jadi, ya aku panggil dia Om galak aja," jawab Raysa ketus. "Ok-ok, terserah Mbak aja deh, mo panggil dia apa. Tapi yang jelas jika Bunda dan Pak Tama sampai mendengarnya pasti mereka juga akan tertawa ngakak sama sepertiku, Mbak."
101.9K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as puisi ombak
Show Reviews (11)
Read
+Library
KSIndra
sudah da kemajuan alurnya. Tpi saat dokter menerangkan di situ ada dua korban. seharusnya dokter menjelaskan korban siapa dulu yg mau di bahas. n baru kedua korban selanjutnya. soalnya di situ ada dialog ibunya langsung bisa menebak korban yg sedang dibahas dokter pdahal belum disebut namanya.
YOSSYTA S
Hay2... Assalamu'alaikum semua. Selamat datang di novel ke2 ki ini. Semoga kalian suka dan betah berada di sini. Jangan lupa mohon dukungannya ya, masukan buku ini ke rak buku kalian, kasih komen dan votenya juga boleh. Terimakasih.
Read All Reviews
Dosenku Calon Suamiku

Dosenku Calon Suamiku

Bagaimana cara agar manusia menjadi ombak, karena menginginkan hal tersebut. Seorang wanita lanjut usia menatap iba Arion yang terkesan melas. Berdiri diujung pantai seakan nyawa ada sembilan, tanpa memikirkan bagaimana pasangnya ombak kala menerpa. Tepukan bahu dia berikan membuat Arion spontan menoleh. Hampir saja Arion mengira bahwa yang menepuk adalah makhluk halus, karena langit menunjukkan malam. "Nak, sudah jam sembilan. Apakah kau sudah makan malam? Mengapa belum pulang juga? Apakah rumah dekat sini? Pulanglah Nak, ombak semakin naik."
2.4K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as puisi ombak
Read
+Library
THE ISLAND : I'M IN LOVE

THE ISLAND : I'M IN LOVE

Sebuah ombak besar, dan begitu tinggi hingga menyerupai gunung air, sedang naik ke permukaan laut dan mendekati pantai dengan kecepatan yang menakutkan. Lia, yang biasanya berani, berdiri tegak, matanya seketika membelalak kaget. Bibirnya terbuka lebar, akan tetapi tidak ada suara yang keluar. Dia merasa seperti sedang berdiri di depan lukisan abstrak yang sangat besar dan rumit, di mana ombak raksasa itu adalah garis besar yang dominan. “Ombaknya sangat tinggi, Guys!” teriaknya.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as puisi ombak
Read
+Library
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Akbi akhirnya menjawab Akbi mengucapkannya tanpa ragu namun Bee tidak yakin bila janji itu bisa Akbi tepati. I tried to reach you, I can’t hide Ku coba untuk menggapai mu, namun aku tak bisa menyembunyikannya How strong's the feeling when we dive Betapa kuatnya perasaan itu saat kita menyelaminya I crossed the ocean of my mind Ku sebrangi lautan pikiranku My wounds are healing with the salt Lukaku akan sembuh dengan garam All my senses intensified Semua perasaanku menjadi begitu sensitif
1054.4K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as puisi ombak
Read
+Library
Istri yang Tak Didambakan

Istri yang Tak Didambakan

Celana panjangnya pun ikut basah, tapi tak cukup menjadi alasan bagi Alya untuk beranjak dari sana. Suasana pantai sepi, hanya ada beberapa orang saja di sana mengingat hari sedang terik-teriknya–ditambah pantai tersebut belum banyak orang tau karena baru dibuka beberapa bulan lalu. Perlahan Alya menarik napas panjang, menahannya sebentar dan tak lama menangis. Pundaknya terasa berat ketika Bu Titik merangkul. “Teriak saja biar lepas–tak akan ada orang mendengar,” ujar Bu Titik.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as puisi ombak
Read
+Library
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

Kalau tidak, nanti Aku bisa sakit karena seluruh pakaian dan sekujur tubuhku, sudah basah kuyup. Hari itu, hari yang sangat menyenangkan dalam hidupku. Selain Aku dapat merasakan betapa bahagianya bermain dengan hujan, Aku juga dapat menyaksikan pelangi yang sangat indah. Namun, kebahagiaan itu hilang dalam sekejap. *** Malam pun tiba, Aku dan Ibu kembali keluar. Berbarengan dengan suara katak bernyanyi, angin yang berhembus pelan menyambut.
108.1K viewsOn holdAdded to Library 202 Times as puisi ombak
Read
+Library
Taring Putih Dari Barat

Taring Putih Dari Barat

Perisai merah darah sebelumnya kini sudah berubah menjadi ombak air ganas yang tengah mengambang di udara. Dengan gestur paruh baya di saat sebelumnya, ombak itu mulai menegang seolah sedang menunggu momentumnya. “OMBAK DARAH, SENI PEMECAH KARANG NERAKA!” Sosok paruh baya itu berteriak dengan histeris saat wajahnya memerah dan urat di lehernya menegang memunculkan tampilan seperti cacing yang tak sedap untuk di pandang.
9.973.7K viewsOngoingAdded to Library 2.1K Times as puisi ombak
Show Reviews (17)
Read
+Library
Ampas tahu
Saya sarankan para pembaca sekalian membaca novel ini menggunakan koin bonus atau lewat iklan saja untuk coba-coba. Agar kalian tidak merasa dirugikan saat tahu bahwa novel saya tidak sesuai dengan apa yang kalian suka. terimakasih semuanya !!!
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Penguasa Dewa Naga

Penguasa Dewa Naga

Nampaklah seorang pemuda berjaket hitam dengan tudung yang sudah dikenakan, lalu ada sepasang pedang kayu hitam di punggungnya. "Dia!?" Ia gemetaran hebat, bahkan hampir jatuh dari atas Wyvern. Segeralah ia terbang turun dengan begitu paniknya. Suara gemuruh terdengar semakin keras saat ombak itu mendekat, sedangkan para warga sudah mengungsi begitu jauh. Ada beberapa orang yang penasaran dan memilih terbang untuk melihatnya. Ombak dengan tinggi lebih dari 1.000m, bahkan menarik air yang ada di pinggir pantai. Banyak ikan menggelepar di sana, dengan air yang surut begitu luasnya hingga akhirnya surut sampai di pangkal ombak. Melihat kemengerian ombak, mereka tanpa sadar terbang menjauh.
1053.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi ombak
Read
+Library
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

Raut wajah wanita itu sendu dipoles luka yang dalam menggerogoti jiwa, seakan di atas ayunan itu terukir sebuah masa yang terus memberi ingatan. ‘Tujuh tahun yang lalu masih terngiang-ngiang. Saat dimana kita mengikat sumpah. Sehidup semati sampai maut memisah. Dari situlah aku mulai berkomitmen, bahwa hanya engkaulah sang bintang. Bintang yang diberikan oleh Yang Kuasa untuk aku. Dimana terangnya tak akan pernah sirna. Hingga untuk mengikhlaskan, aku tak kuasa kehilangan kamu. Aku Rindu akan candamu. Aku rindu sikapmu. Aku rindu ingin memeluk erat dirimu, hingga untuk melepaskan engkau tidak mampu melakukannya. Aku ingin melihat rona senyummu. Rona senyum pria membuat aku tergila-gila. Gila
605 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as puisi ombak
Read
+Library
Bara Dendam Sagara

Bara Dendam Sagara

Ia adalah bayangan, jejak tak kasat mata di atas dunia yang penuh mata. Angin pagi mengusik dedaunan, membawa bisikan lautan dan juga, entah mengapa, bisikan Larisa. Wajah tunangannya yang cantik, tawanya, janji-janji yang tak sempat terpenuhi. Amarah kembali berdesir, tetapi kali ini, ia bukan badai. Ia adalah arus yang dikendalikan. Medali Pusaka Cakra Laut Selatan di dadanya berdenyut dingin, menenangkan. Itu mengingatkannya akan sumpah dan gurunya, Ki Jatmika: Kau bukan ombak penghancur, kau adalah arus yang mengikat.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as puisi ombak
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status