Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

“Beberapa pagi datang tanpa janji… tapi tetap memberi harapan. Karena ada yang tetap tinggal walau akhirnya harus pergi.” --- Pagi Itu – Sinar dari Celah Jendela Aku terbangun bukan karena alarm, tapi karena sinar matahari yang menyelinap lembut dari celah gorden. Udara Jakarta masih lembap dan agak gerah, tapi anehnya pagi ini terasa lebih ringan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
Senyum Bahagia Maharani

Senyum Bahagia Maharani

Empat Belas Kilometer (satu) Pagi ini cerah sekali. Tepat di pukul delapan pagi matahari mulai meninggi. Langit biru cerah. Terik matahari menembus sela-sela kehidupan bumi. Pagi yang cerah bisa menambah semangat hidup para penduduk bumi. Tak terkecuali bagi Maharani, mahasiswi semester empat yang setiap kuliah menggunakan alat transportasi sepeda onthel.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

♡ Sejak kubertemu denganmu Kau menjadikan dirimu segalanya bagiku Di pagi hari, kau adalah embun yang menyejukkan hatiku Di siang hari, kau adalah matahari yang menyinari hariku Di malam hari, kau adalah rembulan yang menerangi langkahku Terima kasih, Karena telah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku ♡ Puisi yang saat itu aku anggap lebay dan norak! Jadi itu Reno?
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
Simpanan Ayah Angkat

Simpanan Ayah Angkat

**** Keesokan Harinya . Pagi yang cerah menyapa dengan sinar mentari yang hangat menyembul dari ufuk timur. Langit membentang luas dengan warna biru terang, dihiasi awan tipis yang berarak pelan. Udara terasa sejuk dan segar, membawa aroma embun yang masih menempel di dedaunan. Kicauan burung bersahut-sahutan, menambah harmoni alam yang menenangkan.
1063.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
Memoar Rasa

Memoar Rasa

(Mentari Cerah, Secerah Aku dan Masa Depan Bersama Dia) Pagi yang cerah itu berhasil membangunkanku dari mimpi indah. Matahari telah mencium wajahku dengan sinarnya. Agaknya, hari ini akan lebih hangat di banding kemarin. Aku melihat bunga dan akasha telah bersiap untuk berangkat, namun tidak dengan kusuma. Aku pun lantas langsung membangunkan kusuma dan segera bersiap untuk berangkat kuliah. Kami memutuskan untuk berangkat bersama pagi itu.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
ISTRI KECIL SANG KAISAR

ISTRI KECIL SANG KAISAR

Suara burung-burung bernyanyi, mengiringi detak jantung pagi. Bayangan malam menghilang, digantikan oleh sinar matahari yang lembut. Dunia terbangun dari tidurnya, menyambut hari baru dengan penuh harapan dan semangat. Cahaya pagi memancarkan kehangatan di setiap sudut, mengusir sisa kegelapan. Awan-awan tipis berwarna merah jambu dan emas, seperti lukisan alam yang indah.
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 982 kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegant) 39. Gedebog pisang dikasih nyawa! (Bagian A) "Pagiku cerah, matahari bersinar!" Aku menyapu halaman dengan riang gembira, bibirku mengalunkan lagu dengan sangat semangat. "Kubawa sapu lidiku, ke halaman!" Aku rubah sedikit liriknya agar pas dengan kegiatanku, hatiku sedang berbunga-bunga. Sudah dapat uang lima puluh juta ya, kan? Hahaha, aku tertawa jahat.
9.6235.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
SUAMI DARI ALAM LAIN

SUAMI DARI ALAM LAIN

Bismillah SUAMI DARI ALAM LAIN #Part_95 #by: R.D.Lestari. Pov Sri. Bangun dalam keadaan super fit membuatku lebih bersemangat menjalani hariku. Merentangkan kedua tangan dan melemaskan otot-otot yang menegang. Srettt! Membuka tirai dan merasakan lembutnya sinar matahari pagi yang menyentuh kulitku yang lembut.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 490 kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
Suami Misteriusku

Suami Misteriusku

“Billa! Tunggu!” “Ayo cepat, Kak! Kejar aku!” Pagi yang cerah, suara gemericik air yang menenangkan jiwa, serta pemandangan padi yang telah menguning, dan burung-burung kecil yang menghinggapi. Sambil membawa cucian, aku berlari
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai puisi pagi yang cerah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status