Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

angan dan mimpiku Tentang dirimu Belahan jiwa Rasa yang terpendam selalu mengusik Kadang menjelma menjadi tetesan air mata Saat kata tak mampu mewakili perasaan cinta Kata-kata rindu Sering terucap di heningnya malam Pandangan matamu yang teduh selalu terbayang Saat jemariku Menyentuh tetesan air hujan Tentang dirimu Hatiku selalu menunggu disini Meski ia tak pernah mengungkapkan cinta Meski ini hanyalah penantian kosong Namun rasa cintaku Akan selalu terbingkai indah Di ruang rindu. *** Kkrrriinnggg...
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Mau jadi apa hidup dalam kegelapan Hanya kamu satu-satunya penerang Kalau penerangku saja meredup Sudah dipastikan, aku laksana benda mati yang dipaksa hidup Pendirianku entah lari ke makhluk mana Jiwaku entah terbang ke langit mana Ragaku entah berpijak ke bumi mana Hatiku entah tenggelam ke laut mana Rindu manjamu yang buatku nyaman Rindu penyayangmu yang buatku aman Rindu cerewetmu yang buatku anti terlena Rindu galakmu yang buatku terpana
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Aku Hanya Ibu Untuk Anak-Anakmu Bukan Istrimu

Aku Hanya Ibu Untuk Anak-Anakmu Bukan Istrimu

"Di hari-harimu yang sedih dan sunyi Diantara gelap dan pekat malam Aku mohon pejamkan matamu sejenak sebutlah namaku dengan lirih, katakan bahwa ada yang sedang menantiku. Di dunia ini aku hidup di hati sesorang yang merindukanku." Bersambung 🥰
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Pedasnya mentari menikam jiwa membakar raga menghasut sukma mengenadah di rinai malam, di gaduhnya celoteh camar tolol, menikam nabastara di pekiknya resah di lepas senja yang merona hitam. Dadaku berdegub kencang di singga-sana perpaduan malam, entah malam atau kita sedia tumpas di silap hening, menikam jiwaku, tertusuk ragaku hanya itu penantian akhir di bekunya tinta yang mendadak beku, singgahi hingga tersimpu terjerembab di kubangan, begitu ponga puan hanya di sisi kiri, kanannya menghilang. Meludah memanis empedu. Oh ... inilah hidup para penikam nikmat.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
SEPERTI YANG KAU MINTA

SEPERTI YANG KAU MINTA

"Setelah memikirkanmu terlalu melelahkan, izinkan aku sejenak membaringkan lelahku pada malam yang hampir larut ditelan bulan. Seraya kusampaikan pada hening nya malam bahwa selelah apapun penantianku ,dirimu tetap menjadi dambaanku". __ @JunaJunanda Part 10 TERIMA KASIH
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

TUMBAL Kutatap mega kian menghitam Kelam berbalut shyam, hening Tak kudengar lagi suara rintihan Tiada lagi suara lolongan anjing liar Hanya gelap, tak ada siapa pun Yang hitam semakin pekat Yang kelabu semakin gelap gulita Tiada warna maupun rupa, hanya akara semata Semakin hening semakin syahdu Hanya ada aku dan semilir angin Di antara gemericik rinai menimpa daun Kidung malam mengalun perlahan Paksa menyinari sosok hitam Terkubur di antara pepohonan Andam karam di gelap malam Membawa janin manusia suci
9.916.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Pelayan Cantik Tuan Arogan

Pelayan Cantik Tuan Arogan

caranya memperhatikan dan hadir dalam diam, adalah bahasa cinta yang berbeda. Di sanalah ia, Afie, yang tak pernah menyangka akan melihat sisi lain dari pria yang dulu ia anggap arogan, sekarang duduk dalam diam… menunggu sesuatu tumbuh perlahan. Perasaan yang tak terburu-buru. Tapi… sangat nyata. ***
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Melodi yang kupetik adalah kelanjutan dari puisi yang baru saja kubacakan: tentang musim dingin yang panjang, salju yang menutupi tanah, pohon yang tetap berdiri tegak meski rantingnya hampir patah, dan harapan yang tetap hidup di bawah lapisan es yang tebal. Tak lama, suara bisik-bisik yang sempat ada lenyap sepenuhnya. Para pelayan yang hendak bergerak melayani pun berhenti diam di tempat, mata mereka terpaku pada sosokku yang duduk tenang di tengah aula. Anggur di gelas tampak berhenti bergerak, dan cahaya lilin seolah menari mengikuti irama yang tercipta.
10610 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

Tidak ada pelukan, tidak ada kejujuran yang Gita tunggu. Malamnya, hujan turun deras. Gita duduk di ruang tamu sendirian, memandangi tetesan air di kaca jendela. Rumah ini dihuni tapi sepi. Ia menyalakan lilin di meja. Entah kenapa, melihat cahaya kecil itu membuatnya sedikit tenang. Dalam hati, Gita berbicara, kalau cinta harus diukur dari seberapa lama bisa bertahan dalam diam, apakah diamnya David itu tanda ia masih berjuang atau tanda ia sudah menyerah?
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai puisi penantian dalam diam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status