Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

Dan Ilmarë pun mulai menjawabnya dengan nyanyian kuno Nimfa, yang bisa mengguncang langit dan membuka lorong ke dimensi kesadaran. Satu malam, di bawah hujan bintang merah, sang Penulis Abadi menuliskan satu kalimat panjang. Kalimat itu tidak mengambang seperti biasanya. Ia menancap di batu, membelah tanah. “Jika pena ini kugunakan untuk menulis cinta, dunia akan pecah jadi dua: Yang mempercayai harapan, dan yang mempercayai kehancuran.”
101.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 27 Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

tanya Jihan dengan kesal. Agar mereka tidak menggangguku, aku mematikan ponselku selama di luar negeri. Mendengar dia berkata seperti itu, aku menyalakan ponsel. Aku baru tahu bahwa ada banyak ribuan panggilan tidak terjawab di ponselku. Namun, aku tidak membela diri seperti dulu. Sebaliknya, aku menjawab dengan tenang, "Bukankah kalian mengatakan ingin memutus hubungan denganku? Buat apa kalian kemari?"
5.7K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 158 Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.757.7K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 2.3K Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
TULPA

TULPA

*** "Resah, atmaku bergejolak tak berirama, Mendobrak kerang, membentur cakrawala, Meliuk ke sana-kemari tak bertujuan, Mencoba mencari jawaban di luasnya buana. Kepak sayap tak berkesudah Lelah menjajah waktu dan alam Namun semuanya terasa hampa Di mana dikau wahai, Tuan? Abdi di sini menanti dikau datang Memeluk mawar bertabur darah Terlilit duri, menangisi dikau sang dayita Yang tak kunjung pulang."
106.3K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 152 Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
BUKAN ZAINUDIN DAN HAYATI

BUKAN ZAINUDIN DAN HAYATI

Menunggu Kamu ku selalu mencoba untuk menguatkan hati dari kamu yang belum juga kembali ada satu keyakinan yang membuatku bertahan penantian ini kan terbayar pasti lihat aku sayang yang sudah berjuang menunggumu datang menjemputmu pulang ingat slalu sayang hati ku kau genggam aku tak kan pergi menunggu kamu di sini tetap di sini jika bukan kepadamu aku tidak tau lagi pada siapa rindu ini kan ku beri pada siapa rindu ini kan ku beri lihat aku sayang yang sudah berjuang menunggumu datang menjemputmu pulang ingat slalu sayang hati ku kau genggam aku tak kan pergi menunggu kamu di sini di sini lihat aku sayang yang sudah berjuang menunggumu datang menjemputmu pulang
106.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 253 Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
Penantian Sang Istri Teraniaya

Penantian Sang Istri Teraniaya

Inara menoleh ke dinding, menatap garis kecil yang digoreskan menggunakan kapur putih di dinding untuk menghitung berapa lamanya ia di sana. "1001 malam aku habiskan di sini. Entah sampai kapan aku akan dikurung. Apakah orang miskin tidak memiliki kesempatan untuk menikmati hidup mereka?" Air mata Inara menetes, hingga ia merasa telah mengalir ke dadanya karena saking kencangnya tetesan air mata itu.
102.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 96 Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
Gadis Penantang Takdir

Gadis Penantang Takdir

Dari dalam, dapat terlihat dengan jelas suasana di luar sedangkan yang berada di luar sana sekali tidak bisa melihat suasana di dalam ruangan tersebut. Pikiran Tirtha melayang beberapa waktu lalu saat … Bruk! Dada bidangnya terasa berbenturan dengan suatu benda padat diiringi dengan bunyi buku-buku yang berjatuhan. Matanya kemudian mengalihkan tatapan dari layar ponsel ke arah depan, ke arah gadis yang tengah berjongkok dengan tangan bergerak memunguti buku-buku yang jatuh. Sedangkan sang gadis, ia membawa tatap mata nya ke arah pria yang malah berdiri mematung di hadapannya.
102.3K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 70 Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
Pemalas Penantang Dewi

Pemalas Penantang Dewi

Membuat dia hanya bisa menunggu Ken meninggal agar dia bisa melihat Ken yang tersiksa disaat ajal menjemputnya. Kutukan yang dia berikan kepada Ken merupakan kutukan yang kuat dan akan menyiksa Ken secara perlahan-lahan. Meski kutukan itu memiliki kelemahan, tetap saja bila kutukan itu sudah bekerja maka orang tersebut akan langsung tersiksa. Pada akhirnya membuat orang yang dikutuk putus asa hingga dia meninggal, apalagi tempat Ken jatuh adalah lembah neraka yang penuh dengan monster buas. Hampir lima jam Dewi Aria menunggu, tetapi Ken masih belum meninggal. Kenyataan bila Ken masih hidup meski kutukanya sudah berkerja, membuat Dewi Aria langsung murka, apalagi rencana yang Dewi Aria lakuka
105.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 114 Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
Bangkitnya Istri yang Terbuang

Bangkitnya Istri yang Terbuang

Jika sebelumnya puisi yang tertulis bertema patah hati atau penantian, maka kali ini puisi yang ia ciptakan bertema tentang indahnya sebuah cinta. "Citra, lagi apa, Nak?" Suara Dian di luar kamar mengejutkannya yang tengah mengetik. "Enggak lagi apa-apa, Ma," jawabnya sedikit berteriak. "Kalau gak sibuk, tolong bantu Mama yuk beres-beres. Kasihan Mbak sendirian dengan pekerjaan yang banyak begini." "Oh iya, Ma, sebentar, ya."
1053.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.2K Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
Nilakandi

Nilakandi

Oh Pecandu, rupanya matahari menyambutmu dengan senyumnya, Desir angin itu akhirnya mendekatkanmu pada bahagia, Ah tunggu, bahagiakah? petakakah? Sang waktu menunggumu bercerita, datanglah. Puisi misteri menggema di laut menguning lagi. Ya, Diwana lagi-lagi terjebak di dalam mimpi versi keduanya itu.
105.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 126 Vezes como puisi penantian dalam diam
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
10
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status