Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.1K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

Bab 28: Bayang-Bayang di Tengah Keheningan Keheningan yang merayap di antara pepohonan terasa seperti perangkap yang tak kasatmata. Keira menyandarkan punggungnya di batang pohon besar, tubuhnya sedikit gemetar karena lelah dan gugup. Napasnya terengah, terdengar jelas di tengah suara desiran angin yang menyelinap di antara dedaunan. Ia merasakan dinginnya keringat mengalir di pelipisnya.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

Seolah pohon ini sendiri yang sedang bernyanyi. "Pohon Jiwa," bisik Riel di belakangku, suaranya penuh kekaguman. "Aku hanya pernah mendengarnya dalam legenda. Konon, pohon ini tumbuh dari kesedihan seorang dewi yang kehilangan kekasihnya." Terdengar persis seperti kisah pohon sebelumnya.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Lagi-lagi kutemukan kertas putih berisi puisi dari seorang Rio Sajak Angin Pada Embun Dalam hening semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun diantra dedaunan Rindu mu mengema seirama dendang alam kehidupan Kau bunga yang mewangi Tertanam indah ditaman hati Di hamparan sawah kering kerinduan Angin mendesaukan bisik kepedihan Meluruhkan dedaun kusam kenangan Gemerisik daun dan nyanyian embun
104.2K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Terjebak di Isekai, Bersamamu

Terjebak di Isekai, Bersamamu

Degup jantung semakin memompa cepat saat dihadapkan pada rasa takut dan berani yang silih tumpang tindih. Rumor mengatakan pepohonan di saat malam itu mengeluarkan racun lemah yang membuatmu sesak nafas, bibir Rei tersungging senyum saat ia memikirkan kalau itu hanyalah mitos bodoh yang sebenarnya reaksi alam saat pohon mengeluarkan karbondioksida, dan Rei bisa bernafas lega saat hamparan rumput yang diceritakan itu kini telah menyambutnya. "Rei, itu batunya!" sahut Celia, aneh rasanya menunjuk sesuatu tanpa isyarat penunjuk.
107.7K viewsOngoingAdded to Library 246 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Selamat Malam, Tuan Ares

Selamat Malam, Tuan Ares

Jay tidak senang Rose mengisi waktu tidur anak-anak dengan kegiatan. Ia pergi ke kamar Rose untuk memeriksa apa yang terjadi. Rose membacakan puisi Yi Shu, 'Kepada Pohon Ek'. “Kalau aku pernah mencintaimu,” “Aku pasti berdiri di sampingmu sebagai pohon.”
9.43.0M viewsCompletedAdded to Library 99.0K Times as puisi pepohonan
Show Reviews (884)
Read
+Library
Syadia Lydia Kurui
Ada kalahnya cerita ini mendatar..tapi Ada kalaNya sangat membuat pembaca berimosi..mengikut rentak cerita.. saya suka membacanya..walaupun cerita terkadang rumit untuk saya fahami bahasanya.. cerita Yang sangat panjang..tapi best......️...️...️ apakah cerita ini Akan Di nasihatkan?
Lia Wu
pengen baca tapi bab nya buanyak banget, udah mager duluan takut muter muter banyak drama,,, tang udah baca spill donk, didalamnya ada 2 cerita atau cuma 1, biasanya kan nyambung sama kisah percintaan anaknya
Read All Reviews
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Shrr shrrr! Trofi di tangan Susan jatuh ke lantai dan pecah. Julian baru berusia lima tahun, tetapi dia suka main piano, terutama pertunjukan piano Joses. Joses memiliki temperamen yang aneh dan tidak menerima murid. Susan berusaha keras mendekati istrinya, mengirimkan camilan dan hadiah, serta menemaninya berbelanja dan melakukan perawatan kecantikan...
17.2K viewsCompletedAdded to Library 481 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Secret Night

Secret Night

“Aku bisa mendengarnya, suaranya seperti orang yang sedang berbisik menggosipkan orang lain di belakang mereka.” “Apakah menurutmu, pepohonan di sini suka bergosip?” ujar Olsen sambil menahan senyum karena pemikiran Ceysa yang seringkali terlihat lucu baginya. Ceysa mengangguk polos dan mengiyakan perkataan Olsen. “Ternyata suara pepohonan yang saling berbisik tidak semenakutkan yang aku pikirkan.” “Jadi apakah kamu masih takut denganku atau dengan pohon ini?”
1019.3K viewsCompletedAdded to Library 598 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Kenapa semua orang sekarang kelihatan seperti Nadira? Matanya kemudian tertumbuk pada tulisan kecil di bawah permata. Dua baris puisi kuno, terukir dengan gaya kaligrafi yang khas: "Gunung punya hutan, pohon punya cabang. Hatiku mencintaimu, tapi kau tak tahu." Tangannya bergerak refleks. Ia mengeluarkan stempel mawar dari saku jasnya dan membandingkan ukiran itu dengan capnya.
1023.7K viewsCompletedAdded to Library 664 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Ucap Rio "Kakak setuju dengan kamu Rio" Puji kak Sasa "Yaudah kita mulai sekarang latihannya ya" Lanjut kak Sasa. (Rindukan Dirimu) Berjanjilah wahai sahabatku Bila kau tinggalkan aku Tetaplah tersenyum Meski hati sedih dan menangis Kuingin kau tetap tabah menghadapinya Bila kau harus pergi
101.8K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status