Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Honey to the Moon : The Prince & I on a Remote Island

Honey to the Moon : The Prince & I on a Remote Island

Sebab pohon memang bukan untuk dipanjat dan dipetik buahnya dengan sembarangan, bukan hanya karena takut jatuh! Dan buah-buah atau biji cemara itu sungguh wangi, penuh aroma pine murni menyegarkan, mungkin ibarat di iklan-iklan pewangi lantai. Dan juga begitu tiba di puncaknya, Joy merasa begitu puas seperti on the top of the world. Ya, Rey adalah puncak kecintaan Joy, dan akan selalu begitu.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 220 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Whispers of the Lost Princess

Whispers of the Lost Princess

Dan entah bagaimana, ia merasa hal itu membuatnyalebih siap melangkah ke depan. Kabut yang semula menelan dunia perlahan sirna, menyisakan hutan yang seperti baru dilahirkan. Pepohonan menjulang tinggi dengan daun berkilau perak, angin membawa harum manis seperti madu, dan di udara bertebaran cahaya-cahaya kecil yang menari bagai kunang-kunang, hanya lebih terang, lebih indah seperti serpihan bintang jatuh ke bumi.
10784 viewsCompletedAdded to Library 18 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Juga ada beberapa hiasan berupa pohon bunga sakura mati mini. Di panggung kecil sana, di atas sepasang kursi tunggal terdapat tulisan L&L dengan huruf kaligrafi, dikelilingi rangkaian bunga poeny asli. Aroma vanilla dan mawar tercium tipis dari lilin aromaterapi di tiap meja tamu. Laura menjaga senyumnya, melempar pandang pada para tamu yang kini menatap mereka penuh kekaguman. Sampai langkah mereka membawanya ke panggung di mana sepasang kursi telah menunggu sejak tadi.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

“Itu sudah tugasku, Ratu.” Dyah tersenyum kecil. “Kau tahu... aku baru pertama kali melihat pepohonan seperti itu,” katanya sambil menunjuk ke arah pepohonan damar di kejauhan. “Yang daunnya menjuntai seperti hujan, dan kulitnya mengelupas seperti sisik ular.”
872 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Kusembunyikan Identitas dari Mertua

Kusembunyikan Identitas dari Mertua

"Ya cinta itu kan butuh modal, Mas. Kamu pikir hidup cuma modal cinta aja? Kamu bisa hidup sama puisi cinta? Nggak, kan?" Hasan menggeleng sambil tersenyum. "Habis ini, aku bakal bikin puisi cinta buat kamu, deh. Judulnya Istriku dan Pohon Jambu." Rosa terkejut kecil. "Wah, beneran, Mas? Aku tunggu loh puisinya!" "Tunggu aja, Sayang. Isinya akan aku mulai dengan, 'Di bawah pohon jambu, istriku yang lucu...'."
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 513 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Sistem Super Boros

Sistem Super Boros

"Jika aku mencintaimu, aku tidak akan seperti tanaman terompet merambat, yang meminjam dahan-dahannya yang tinggi untuk pamer. Kalau aku cinta padamu, aku tak akan seperti burung yang tergila-gila, yang mengulang-ulang lagu monoton demi rona hijau. Aku pun tidak akan lebih dari sekadar mata air, yang memberikan kenyamanan menyegarkan sepanjang tahun. Aku pun tidak akan lebih dari sekadar puncak yang berbahaya, yang menambah tinggimu dan menonjolkan keagunganmu. Bahkan sinar matahari dan hujan musim semi—tidak, semua itu tak cukup! Aku harus menjadi pohon kapuk di sampingmu, berdiri bersamamu sebagai pohon.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

Matahari mustahil dapat menyinari pohon-pohon itu. Kuda Sofia beberapa kali memutari rawa. Langkahnya melambat karena hati-hati. Kadang, kuda itu meringkik ketakutan. Namun, dengan sabar Sofia selalu mengelusnya, membisikkan kata-kata penenang ke telinga sang kuda.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 301 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

Mungkin saja gadis itu mengalami Insomnia, akhirnya memilih untuk berjalan-jalan pikir Ifan. Ifan berjalan perlahan mengikuti sosok wanita yang membuatnya penasaran itu, hingga sampailah di bawah pohon beringin yang sangat rindang, sosok itu menoleh sembari tersenyum manis kearah Ifan, perlahan wajahnya berubah mengerikan dan ia mulai tertawa dengan suaranya yang nyaring dan terdengar begitu keras, tubuhnya melayang ke atas pohon beringin. Ifan tersentak kaget, jantungnya berdegup kencang, dengan cepat ia berlari tunggang langgang. Ifan berlari sekencang-kencangnya sambil sesekali memaki diri sendiri.
931 viewsOngoingAdded to Library 35 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Kami adalah jiwa-jiwa yang terperangkap oleh perjanjian leluhurmu. Setiap bulan purnama, kami diambil dari dunia manusia dan dibawa ke sini, untuk memberi makan pohon itu.” “Pohon itu?” Bima bertanya, meskipun ia sudah bisa menebak jawabannya. Anak itu menunjuk ke kejauhan, di mana sebuah pohon besar menjulang tinggi. Pohon itu tampak seperti monster, dengan cabang-cabang yang berbentuk tangan, dan akar-akar yang mencengkeram tanah dengan rakus. Di tengah batangnya, ada wajah manusia yang terus bergerak, mengerang kesakitan.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
SIAN JIE SIN KANG (TENAGA SAKTI ALAM DEWA)

SIAN JIE SIN KANG (TENAGA SAKTI ALAM DEWA)

Ji Bao Oek mengernyitkan dahi, semakin penasaran. "Ada tulisan di sebuah pohon besar di halaman belakang. Tulisan itu berbunyi, ‘Musuh telah kuhabisi.’ Tetapi, yang lebih aneh adalah cara tulisan itu terbentuk. Seolah-olah pohon tersebut tidak terluka atau tergores, seperti muncul begitu saja," kata Xiu Yan sambil menunduk, bingung.
9.615.7K viewsOngoingAdded to Library 565 Times as puisi pepohonan
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status