Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Behind Her Pride

Behind Her Pride

Rasa yang tak terukur kata Ada beberapa rasa yang tak terukur oleh kata. Kamu tidak bisa melihat seperti apa wujudnya tentu saja. Dia tidak tampak di matamu pun kamu tidak bisa menemukannya di kepalamu. Sejauh apa pun kamu mencari. Sedalam apa pun kamu menyelami. Nihil, hanya itu yang akan kamu temui. Ini terasa menyenangkan sekali, seperti teka-teki. Dia datang dan pergi namun aku selalu merindunya kembali.
9.721.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 620 kali sebagai puisi rasa
Baca
+Pustaka
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

Deg. Hatiku tiba-tiba berdekat dengan cepat ada rasa yang tidak bisa di jelaskan. Papa yang biasanya jika naik mobil selalu ingin duduk di bangku depan karena mabuk perjalanan kini mau duduk di bangku belakang "Mungkin cuma perasaan cemasku yang berlebihan." batinku. Sepanjang perjalanan hatiku tidak tenang, segala rasa bercampur aduk menjadi satu. Entah itu rasa cemas atau rasa rindu yang tiba-tiba menghampiriku.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai puisi rasa
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi rasa
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

NYANYIAN RINDU Kala Rasa ini Tak mampu kuungkapkan, Kala Rindu ini Tak mampu kuceritakan, Yang ada hanya bisu dan sembilu. Rindu ini, Bagai malam merindukan siang, Laksana bintang-bintang merindukan gugusan awan, Selaksa mentari merindukan hadirnya Rembulan, Yang ada hanya asa yang terangan. Berpuluh-puluh musim telah berganti
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai puisi rasa
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

Dan Maha terus menuruti sampai entah ke berapa puisi yang di bacakan pun istrinya masih asik bergelung dengan guling serta selimutnya. ‘Senandung rasa rinduku untukmu. Walau tak terdengar oleh telinga namun tersampaikan oleh angina. Tak nampak oleh mata namun tergambar oleh doa. Ada rasa saat terselip asa. Ada makna saat terkenang duka. Jauh itu kamu. Di sini aku dan rindu. Senyum, tawa, semua jadi satu.’
1.518.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai puisi rasa
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai puisi rasa
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.” Tari tertawa lebih keras lagi, sampai harus menyandarkan kepalanya ke sofa. “Astaga... kamu ini…” “Jangan meremehkan penyair,” kata Radit dengan gaya dramatis. “Puisi ini terinspirasi langsung dari wajahmu saat menyebut burung tak betah di kandang." Tawa Tari berlanjut. Entah mengapa, walau puisinya jelek dan candanya konyol, sesuatu terasa ringan malam itu. Bukan karena semua tuntas, tapi karena luka terasa sedikit lebih bisa diajak bercanda.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai puisi rasa
Baca
+Pustaka
Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

cecarnya. Rasa kesal yang sempat dideranya semalam akibat hewan milik si kembar tertua memecahkan kaca jendela dengan bata, malah menjadi amarah yang tertahan saat ia membuka mata dan melihat hewan berbulu yang sering disebut “Raja pisang” itu sedang tidur terduduk di atas kasurnya. Spontan dirinya menjeritkan nama sang pelaku kejadian.
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai puisi rasa
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai puisi rasa
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Pudarnya Rasa Cinta

Pudarnya Rasa Cinta

Begitu kalimat itu diucapkan, semua orang terdiam. Penyiksaan, kematian akibat ledakan, dua nyawa melayang. Setiap kata yang terucap begitu mengejutkan. Aku terpaku mendengar kata-kata Indra, tidak percaya sambil melihat ke perutku. Aku hamil? Anak ini masih begitu kecil, aku bahkan belum tahu keberadaannya, tetapi dia sudah harus meninggalkan dunia ini.
8.5113.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai puisi rasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status