Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

POV ZEa lanjutan dari bab sebelumnya Dear pohon cinta, "Kaulah nyala senja yang diam-diam mengupas warna segar kupu-kupu dan aku tumbuh seperti laut waktu memberiku air gairah atas hidup. Barangkali kesengsaraan itu telah menjadi matang dan sempurna. Namun ketahuilah, tak ada luka yang sembuh hanya dengan kalimat-kalimat kebijaksanaan.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 177 Times as puisi rasa
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as puisi rasa
Read
+Library
Sepupu Rasa Suami

Sepupu Rasa Suami

Lagu yang sedang ngetren di Indonesia, Dawai. Dawai yang telah lama ku petik sumbang dan terus lirih berpekik doa yang pernah kuucap surga tak menjawab betapa sungguh tega oh hatimu mencuri yang digariskan untukku hati yang dulu terluka dirundung dilema
108.9K viewsOngoingAdded to Library 203 Times as puisi rasa
Read
+Library
LOVE AND TRUTH

LOVE AND TRUTH

Apa yang harus aku lakukan dengan busur-busur cinta yang merupakan lautan api. "Nona, Apa yang sedang Anda tulis?" tanya Rosa penasaran. "Ini hanya sebuah puisi bodoh." Puisi tentang kehidupan kelamnya di masa lalu, kebiasannya yang tidak bisa mengungkapkan sudah menjadi kebiasaan dan dilontarkan melalui puisi dalam buku hariannya. "Anda ternyata sangat berbakat, Nona," puji Red. Tiba-tiba turun hujan yang begitu deras, Laura menatap langit yang membuahkan rintik hujan di tanah.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as puisi rasa
Read
+Library
Perasaan Setelah Jadi Abu

Perasaan Setelah Jadi Abu

Candra tiba-tiba menyela dengan nada garang. Ini mungkin pertama kalinya Candra marah terhadap Yuli. Melihat Candra seperti itu, Yuli pun ketakutan hingga tidak berani mengatakan sepatah kata pun lagi. "Candra … Kamu masih punya perasaan padanya, ya?" Yuli bertanya dengan berlinang air mata. "Candra, katakan yang sebenarnya!"
5.3K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as puisi rasa
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Jari-jarinya tiba-tiba hilang rasa. Pak Mahesa tampak makin tertarik. “Jadi tokoh dalam puisi itu memilih melepaskan?” Raka bersandar santai di kursinya. “Atau mungkin,” ujarnya tenang, “dia sadar beberapa hal akan lebih indah kalau cuma dikenang.” Kalimat itu terdengar terlalu tulus di telinga Emma. Pak Mahesa tersenyum getir. “Kamu menulis seperti seseorang yang masih menyimpan rasa.”
103.8K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as puisi rasa
Read
+Library
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
900 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as puisi rasa
Read
+Library
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Dari balik jendela itu Aku melihat dirimu Kucuri pandanganmu Di sana Tersembunyi sebuah rasa Dalam ruang hatiku Setiap mentari telah menyapa Berdiri dengan sebuah harapan di benakku Menunggu kehadiranmu Dengan pakaian putih abu-abuku Dari balik jendela itu Tersirat sebuah cerita Tentang perasaan seorang insan yang sederhana Ya... Hanya perasaan yang sederhana Yang telah lama terpendam dalam lautan jiwa Hati yang berbisik tentang dirinya Dan mencoba mengatakan Bila rasa ini adalah cinta Namun... Diri ini hanyalah bisa berharap Berharap bila dunia khayal dan indah tentang dirimu Dapat terjadi dalam dunia nyata Yang saat ini ku jalani Jendela ini... Telah menjadi saksi bisu
102.9K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as puisi rasa
Read
+Library
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Mengapa kau mengalir pergi Kala ucap terpatri di hati Akankah kau buktikan kau benci dirimu sendiri Kau tolak empat mata Namun, kau suka main mata Nan, bolak balikkan kata Laksana bunga tidur yang terasa Pijar yang ku cari Bukan kata manis yang kau beri Nostalgia yang ku rasa Apa kau merasa hal yang sama? Iblis kejam... Lihat tanda tanya ini Bisakah kita menjadi sahabat? Atau Berteman hingga akhir hayat? Nan, maaf kutelusupkan kau dalam puisi ini 26-04-2018 “Siapa yang menulis puisi ini? Tidak ada penulisnya” ucap Arka “Mungkin di kotak tadi ada sesuatu yang lain” lanjut Arka sambil turun dari kasurnya mengambil kotak yang dia banting tadi
107.4K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as puisi rasa
Read
+Library
Relokasi Rasa

Relokasi Rasa

Namun, beberapa saat kemudian pikiran Gama teralihkan oleh panggilan Aileen. “Ucing,” ucap Risa pelan sambil menatap omnya penuh harap. “Mau liat kucing? Sayang Om dulu.” Gama mendekatkan pipinya, berharap mendapat ciuman dari Risa. Karena inginnya melihat kucing yang diceritakan tantenya, Risa menurut dan mencium pipi Gama. “Pinteeer,” puji Gama sembari mencubit pelan pipi gembul Risa.
1046.2K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as puisi rasa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status