Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MY SEXY EDITOR

MY SEXY EDITOR

Bagaimana dengan adanya hujan kita berhenti sejenak dari banyaknya aktivitas dan merenungkan hidup dengan melihat rintik-rintik air yang jatuh sambil menghitung aroma hujan. Wah, panjang sekali saya mengetiknya. Semoga kamu bahagia melihat hujan :) Aku tersenyum. Moonlight itu seperti diary berjalanku. Saat aku merasakan sesuatu atau suatu keresahan dan aku akan langsung menulis sepanjang lebar, bentangan dia membalas dengan tak kalah bikin hati teduh. Aku menyesap minumanku.
9.934.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 976 kali sebagai puisi tentang hujan singkat
Baca
+Pustaka
Langit & Mega

Langit & Mega

Aku menyukai hujan, karena hujan itu sendiri. Aku selalu suka saat rintik itu membasahi bumi. Apalagi saat melihat bulir itu turun melewati jendela kamarku jangan lupa dengan suara gemericiknya yang menenangkan. Lalu, bau tanah basah ketika hujan telah reda. Ah, aku begitu suka hujan. Bagiku hujan begitu menenangkan. Seperti obat tersendiri di kala diri suntuk atau badmood. Hujan merupakan sebuah peristiwa jatuhya rintik-rintik air dari langit ke bumi akibat terjadinya proses kondensasi. Kondensasi merupakan perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai puisi tentang hujan singkat
Baca
+Pustaka
Menari Bersama Hujan

Menari Bersama Hujan

Ia membukanya perlahan, memperlihatkan selembar kertas dengan goresan tinta biru gelap. “Aku menulis lagu,” ucapnya. “Tapi tidak seperti lagu yang biasanya. Ini… semacam surat. Untukmu. Untuk dia juga, mungkin.” Meihui menoleh, dan Rain mulai membaca pelan: "Ketika hujan pertama jatuh setelah kepergianmu, dia duduk diam di bawah jendela. Aku melihatnya dari kejauhan, dan aku tahu—dia tidak sedang mencari pelangi, dia sedang menunggu reda.
718 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi tentang hujan singkat
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Langit sore itu seperti sedang menulis puisi dengan tinta abu-abu. Hujan turun perlahan, rintiknya menari di atas genting dan menuruni kaca jendela, meninggalkan jejak seperti garis waktu yang tak pernah berhenti.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi tentang hujan singkat
Baca
+Pustaka
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

BAB 54 — Part 2: Hujan yang Mengingat Nama Hujan pertama turun di dunia baru itu bukan karena awan jenuh, melainkan karena dunia ingin mengingat. Setiap tetesnya bukan air, melainkan ingatan yang kembali mengambil bentuk. Mereka jatuh lembut di atas daun-daun muda, memantulkan cahaya kehijauan seperti air mata yang menolak disebut kesedihan.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai puisi tentang hujan singkat
Baca
+Pustaka
MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

Sawah, hujan, perpaduan yang pas untuk nostalgia. Jadi pengen nyanyiin lagu India. Yaudah aku nyanyi aja deh, kapan lagi romantisan di tengah sawah hujan-hujanan gini. Yeh mausam ki baarish Yeh baarish ka paani Yeh paani Ki bondein Tujhe hi toh dhoondhe …
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi tentang hujan singkat
Baca
+Pustaka
Suami Idaman

Suami Idaman

Dan mereka duduk di sana, diam, tapi dipenuhi banyak kata yang tak perlu diucap. Sore itu, hujan turun pelan. Seolah langit pun mengerti bahwa hari ini bukan tentang kegembiraan meledak-ledak, melainkan tentang rasa yang tenang, perlahan meresap, dan sulit dijelaskan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai puisi tentang hujan singkat
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Yang disebut adu puisi adalah dua orang akan membuat puisi dengan tema yang sama, lalu mereka akan membandingkan mana yang lebih unggul. Nazar melantunkan, "Hujan turun, bala awan bentangkan perang, panglima bunga dan rumput saling menyerang. Pasukan bantuan dipanggil tergesa-gesa, bibir dan lidah beradu, memercikkan cahaya asmara."
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.1K kali sebagai puisi tentang hujan singkat
Baca
+Pustaka
Badai Pun Belum Berlalu

Badai Pun Belum Berlalu

detik semakin mencekam pak hitam semakin menatap dengan tatapan yang penuh arti, keringat dingin mulai membasahi tangan ku, kenapa semakin sesak isi dada ini, suara pak hitam yang sangat wibawa membuyarkan degup jantungku, "ojo onok seng lungguh, wong gak ngerjakno tugas kok katene lungguh, pr mung limo ae ra kerjakne" (jangan ada yang duduk, kalian tidak mengerjakan tugas, tugas hanya lima soal saja kalian tidak mengerjakan). ucapnya pasti, kami segera menuju ke tempat duduk kami mengambil buku dan alat tulis kami, satu persatu dari kami segera mengambil posisi, tanpa duduk kami mengikuti pembelajaran matematika hari ini, dengan memaksa sedikit untuk berkonsentrasi aku mencoba tidak menghir
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi tentang hujan singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status