Aku Tak Sepolos Yang Kalian Kira
ucap Silvi, menghampiriku yang tengah menjemur baju.
"Aku capek, Sil," balasku tak mengalihkan pandangan. Biar dia tahu, bagaimana rasanya dihiraukan.
"Capek gimana, sih Mbak. Tiap hari juga dirumah terus, kerjaan cuma itu-itu aja. Mas Hilman itu sudah kasih makan dan tinggal disini. Sudah seharusnya Mbak mengerjakan semuanya! termasuk milikku yang kotor!" sungutnya, wajah ketusnya semakin membuatku terasa panas. Aku menghentikan aktifitasku, kubalas tatapan Silvi dengan sinis. Niat hati ingin memberi pelajaran biar sadar, eh, malah nglunjak. Memang harus dilawan ipar model begini.
Bab Populer