Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.759.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kapan? Baiklah, sekarang aku ingat. Sudah lama sekali. Aku pernah membuat puisi ketika kelas 1 SMP dahulu. Banyak tahun yang lalu ternyata. Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Pernah mewarnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Adam sudah merebahkan diri di lantai saat Reff itu masih berlanjut. Dinginnya lantai semoga bisa meredam panas di dalam dada. Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu. Dengan masih tetap memegangi dada, dia meringkuk menangis berteriak tanpa suara. Melepaskan semua, mencoba menerbangkan ke langit, semoga terbawa oleh angin dan mengubur di suatu tempat yang tidak bisa djangkau oleh siapapun. Semua rasa cinta dan patah hati. semua penyesalan dan harapan.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Gerak tangan Isabel terhenti. Rin menerawang ke malam perpisahan anak tingkat tiga. Sebagai ketua panitia acara, puisi itu digunakan J-End sebagai kalimat pembuka dalam pidatonya. “Dia hanya bilang ‘Sebuah Puisi Tua dari Slavidion’, tanpa judul dan tanpa nama penyair.” 'Hitam dan Putih Dalam kilatan waktu Terpecah jauh' “Kamu bisa mengingatnya?” tanggap Isabel tak percaya. Padahal ia juga hadir dalam acara perpisahan itu.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Suamiku Berandalan Sekolah

Suamiku Berandalan Sekolah

Aku mengangguk, berlari ke arah mobil, dan masuk. "Gapapa Adiknya?" tanya Adelio, mengelus keringat di dahiku. "It's okey, ayo kita ke sekolah!" seruku, tersenyum sendiri, mengingat Adik kecil yang menggemaskan itu. *** Pelajaran kali ini Bahasa Indonesia tentang puisi, kami disuruh membuat tema apa saja. Aku mengurut kening, karena terlalu pusing memilih kata yang pas. "Nggak bisa ya lo? Kasihan," kata Zara, duduk seberangan denganku.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

"Happy birthday for Kampus Kuning. Kampus kebanggaan Indonesia. Negeri kita Indonesia. Tetaplah berjaya sebagaimana kaki menapak, budi tertanam dan iman menyertai," Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan, bunga kertas berjatuhan mengenai para pemain yang ada di atas pentas, juga penonton di bagian depan. Suara Elisa kembali terdengar, kali ini dia membawakan pantun menarik. "Buah naga diatas bara, ada lidi di dekat kripik. Semoga kampus kuning sejahtera, menjadi kampus terbaik."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Masih ingat dengan koridor itu Tempat itu menjadi saksi Kalian menertawakanku, aku tetap membisu diiringi tangisku Apa salahku? Apa pernah aku menggores luka? Apa kau suka melihatku tenggelam dalam lara? Cukup! Aku ini bukan hewan, aku juga sama makhluk Tuhan seperti kalian Kehidupan di masa depan adalah misteri. Entah apa yang akan didapatkan kesenangan, kebahagiaan, atau bahkan kesedihan. Yang jelas pasti yang diharapkan adalah bagaimana kita bisa menjadi seseorang yang bukan lagi orang sedih atau kesepian. Puisi yang aku sampaikan tadi cukup menggetarkan jiwa. Bagaimana kalian sudah bisa membayangkan seperti apa jalan ceritanya? Jika ada yang bisa menebak alur ceritanya tentunya pasti mas
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

Ok sir," jawab Lusi. (Baik Pak,) Lusi akhirnya membacakan puisi yang berjudul Prajurit Tangguh. "You are a valiant young man, with a striped uniform and a long-barreled weapon that you always hold in your hand. You are a Tough Soldier, who is a lamp in the dark. Which becomes an umbrella when it rains, which becomes a comfort when we are sad. You are willing to die to protect the Republic of Indonesia, O tough soldier," ucap Lusi dengan semangat empat lima membacanya.
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

Ini adalah surat. Surat untuk Nuri. Tapi bukan surat biasa. Ini adalah puisi. Aku menggali ingatanku ke belakang, ke folder-folder lama di kepalaku yang berdebu. Dulu, saat aku masih menjadi Ivan Sandlers, penulis roman laris, aku menulis puluhan puisi yang tidak pernah terbit. Puisi-puisi itu terlalu gelap untuk penerbit. Terlalu kasar untuk pembaca wanita yang mencari pelarian manis.
830 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Pengantin Lelaki Pengganti

Pengantin Lelaki Pengganti

Tapi aku suka karena kamu itu keren, berkelas, tampan. Senyummu semua prestasimu disekolah membuat aku suka padamu. Begitulah penggalan isi puisi yang aku tuliskan di diary dan telah dibacakan oleh Desi. Aku ingin menyesali diri karena sudah menuliskan hal yang membuatku malu. Semua melihat ke arahku. Puluhan pasang mata itu terasa menguliti. Perasaanku saat ini hancur lebur. Bagaimana kalau sampai Zaky menertawakan hal ini?
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai puisi kelasku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status