AIR MATA RINDU
Setelah menenggak sedikit minuman, baru Rindu menjawab, "Waktu itu aku lagi duduk di depan, kan, Mas. Eh, tiba-tiba ada rombongan anak kecil, tuh. Aku dengar mereka lagi bahas nasi rasa pelangi sama bulan sabit. Waktu itu aku nggak kepikiran mau juga. Tapi, tadi tiba-tiba kebawa mimpi. Kebetulan aku lapar tengah malam. Dan nggak tahu kenapa rasanya pengen banget makan nasi itu meski aku belum tahu wujudnya."
Aku tersenyum mendengar penjabaran Rindu. Pantas saja istilahnya berganti, ternyata informasi dari anak kecil. Hem, ada-ada saja. Untung aku tidak tertipu dan mencari perisa pelangi ke seluruh penjuru negeri.
"Mas mau juga nggak?" Rindu menawarkan makanannya padaku yang tinggal setengah.
ตอนยอดนิยม