Cinta Yang Salah
Aku memutar tubuh sebelum beranjak, dan berdiri di depan gerbang, menatap kokohnya bangunan rumah kami, yang akan kutinggalkan untuk selamanya, rumah dengan sejuta kenangan, kenangan manis dan pahit menjadi warna dalam hidupku.
"Mama, papa, Intan, dan semuanya, yang lebih dulu meninggalkan aku. Aku pergi dari sini, aku tak mau berlarut-larut dalam kesedihan," ucapku, rumah yang berpuluh-puluh tahun tempat aku di besarkan, kini sudah kutempeli pengumuman "RUMAH DIJUAL" Aku akan menjual rumah ini, dan hasilnya sebagian akan aku sumbangkan kepada yang membutuhkan.