Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi tentang rumahku
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

"Aku menemukan puisi ini di kamarmu ketika pagi itu kudapati kamarmu telah kosong, dan remasan kertas yang mungkin kau kira telah terbuang ke tempat sampah ternyata meleset ini kutemukan." "Nyanyian Rindu." ucapnya menirukan judul puisi yang beberapa hari lalu kutulis. "Puisi ini dengan jelas menunjukkan perasaanmu. Kamu mengira aku telah menikah dengan Ning Adiba." Ia sedikit terkekeh. Lalu ia membaca salah satu baitnya. Berpuluh-puluh musim telah berganti Nyanyian katak telah berganti ocehan prenjak di pagi hari
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai puisi tentang rumahku
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

“Kok pintunya gak bisa kebuka?” Brag, Brag, Brag, Aku yang panik kini sedang berada tepat di depan pintu rumah, rumahku yang sangat sederhana yang berdinding bilik kayu yang di cat putih dan hijau. Rumah yang turun temurun di berikan oleh kakek dan kakek buyutku, sehingga rumah yang ku tempati ini terlihat beberapa kali sudah di renovasi mengikuti jaman.
10126.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai puisi tentang rumahku
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Istri Lima Belas Ribu

Istri Lima Belas Ribu

Part 6 POV CIKA Aku menatap rumah besar itu, mungkin untuk yang terakhir kalinya. Meski keberadaanku tidak diakui di sini, tetapi nyatanya, belasan tahun diriku hidup di sana. Walaupun tanpa kenangan indah, tetapi aku bisa melakukan apapun di rumah itu. Kini, aku harus melangkah pergi untuk yang terakhir kalinya. Hati benar-benar sadar, jika memang diri ini tiada lagi diharapkan oleh mereka. Kehadiranku di rumah itu hanya untuk mengukir kisah sedih.
9.72.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105.0K kali sebagai puisi tentang rumahku
Tampilkan Ulasan (309)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
MENIKAHI MANTAN SUAMI

MENIKAHI MANTAN SUAMI

“Kalian pasti mikir kalau gue menyedihkan. The truth is… gue emang menyedihkan. Gue nggak bisa lepasin rumah itu.” . to be continued
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 524 kali sebagai puisi tentang rumahku
Baca
+Pustaka
 Cinta dalam Bayangan Hutang

Cinta dalam Bayangan Hutang

"Ara, cintaku, Aku menulis ini di malam hari, ketika pikiranku dipenuhi oleh bayanganmu. Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskan apa yang aku rasakan, tetapi setiap kali aku memikirkanmu, aku merasa seperti aku menemukan tempat di mana aku benar-benar ingin tinggal. Bukan rumah dengan dinding dan atap, tetapi kau, Ara. Kau adalah rumahku."
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi tentang rumahku
Baca
+Pustaka
KETIKA ISTRIKU BERHENTI MENGELUH

KETIKA ISTRIKU BERHENTI MENGELUH

Di antara lilin-lilin kecil, Aleeya membaca puisi: > “Kita bukan keluarga yang sempurna. Tapi kita adalah rumah. Tempat pulang… meski sejauh apa pun kita pergi.” Dan di luar, hujan turun perlahan. Tapi bukan lagi membawa luka. Melainkan… kenangan yang akhirnya bisa diterima, dan masa depan yang mulai menampakkan cahaya.
1086.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai puisi tentang rumahku
Baca
+Pustaka
Istriku Bukan Selingkuhanku

Istriku Bukan Selingkuhanku

Tidak ada kata layak atau tidak layak saat ini terhadap diriku. Aku menempati rumah yang sederhana, rumah yang lelaki itu tempati, terbuat dari setengah bata dan setengah bangunannya terbuat dari bedek ( anyaman dari bambu yang dipipih lalu di bentuk persegi empat hampir menyerupai kayu tripleks yang biasa dipakai plafon).
7.636.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi tentang rumahku
Baca
+Pustaka
Fitnah Dari Ipar Dan Mertua

Fitnah Dari Ipar Dan Mertua

POV Amira Aku baru saja tiba di kediaman Syahla. Rumah berlantai dua tersebut membuat aku merasa takjub. Benarkah ini rumah di mana kedua orangtuaku berada? Aku tak berhenti menatap rumah bercat putih yang berada di hadapanku. Harusnya aku lah yang tinggal di sini bersama kedua orangtuaku. Mengingat itu, membuat hatiku merasa tak menentu.
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 672 kali sebagai puisi tentang rumahku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status