Cinta Ipar Duda
Kemudian, kembali terdengar mereka bersama tertawa.
Aku yang memandangi mereka di bawah sebuah payung dan kursi santai pantai yang nyaman itu, ikut tersenyum senang melihat anakku sangat bahagia. Mana aku duga, ternyata kehadiran seorang sahabat sejatilah yang mampu mengobati luka hati kami, terkhusus hatiku yang selama bertahun-tahun terpenjara dalam sebuah kepiluan. Tanpa sadar, rasa terima kasih yang dalam kuhaturkan pada Yang Maha Kuasa, karena telah mempertemukanku kembali dengan sahabat lamaku yang berhati suci ini. “Terima kasih Van, terima kasih untuk tak pernah meleburkan ingatanmu padaku. Walau aku sendiri pernah lupa padamu,” bisikku dalam hati.
Bab Populer