Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pahlawan Dunia Kedua

Pahlawan Dunia Kedua

Semuanya bersorak gembira dengan semangatnya. "Hidup Tuan Kazuto" "Hidup Komandan Kazuto" "Akhirnya pahlawan telah tibaa~" Mereka sangat senang dengan kejadian itu. Seakan mereka memperoleh pahlawan yang dibutuhkan dunia ini. Dunia yang sebagian sudah dikuasai oleh Majuu. Dan wilayah kerajaan atau negara yang bertahan di dunia tinggal hanya beberapa saja. "Ayo kita kembali", jelas Kazuto pada rekan rekannya disana. Setelah itu mereka kembali ke pangkalan mereka dengan menggunakan heli.
1010.2K viewsOngoingAdded to Library 389 Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
Pengendali Sistem Terkuat

Pengendali Sistem Terkuat

Mia membungkuk berterima kasih. "Hey, hey, hey...! Apa yang kau lakukan, Mia? Jangan bersikap seperti itu. Perjuangan mereka berdua tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang aku lakukan ini. Mereka berdua, rela pertaruhkan nyawa mereka demi kita, demi warga desa yang tidak mereka kenal sebelumnya. Mereka berdua ini adalah sosok pahlawan sejati yang sesungguhnya," ucap Sandi.
9.7109.9K viewsOngoingAdded to Library 3.1K Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

POV Risfan ——— Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau 'kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untuk...mu ——— Suara Malik sedang bernyanyi di iringi petikan gitar, membuatku dan Santo saling menoleh. Baru kali ini aku dan juga Santo mendengar suara Malik. Bagus juga ternyata suaranya.
9.647.3K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

“Aku memang ingin kau menempatkannya pula dalam esai itu. Kakek pengemis yang sejatinya adalah pahlawan kemerdekaan negeriku, terbuang oleh arus era kemajuan. Dia tak ingin menceritakan pasti ketika ia harus diperpudak kolonialisme, dipaksa meminum air seni tentara penjajah, dan sekarang hanya pasrah terduduk setiap hari di pinggiran jalanan kota tanpa diketahui oleh negaranya sendiri tentang kepahlawanannya dulu.” “Tapi si kakek tak pernah sedetikpun membenci negaramu. Harapan dari perjuangannya puluhan tahun sebelumnya sudah tercapai meski statusnya dikucilkan dan orang-orang hanya menerima dengan puas jerih ayahnya. Si kakek tak berharap terimakasih. Kau tahu, pahlawan tak perlu terlihat
102.2K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Pasukan heroik telah berkumpul, bandit liar sudah membeku, dan suara bambu yang patah adalah momentum kehilangan kera. Para prajurit adalah pemuda-pemuda, dan hampir semua pahlawan dan jenderal dari sembilan provinsi adalah pahlawan dari empat lautan. Mungkin kalian terluka oleh kekuatan dan jiwa kalian tenggelam di musim semi. Atau mungkin kalian diciptakan untuk para dewa iblis, dan jiwa kalian milik malam. Ketika hidup, kalian pemberani, namun saat mati, kalian tidak dikenal. Hari ini, Kaige ingin mengembalikan lagu-lagu, dan akan baik kepada kalian. Kalian dan roh-roh heroik lainnya masih hidup, dan kalian harus mendengarkan panji-panjiku, pasukanku, dan aku akan mengakui tanah air kali
1010.5K viewsOngoingAdded to Library 273 Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

“Anakku, jika surat ini sampai padamu, berarti dunia telah berubah seperti yang selalu kami impikan.” “Aku menulis ini bukan untuk dikenang, tapi agar kau mengerti satu hal: perjuangan kami dulu bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan agar kau bisa memilih hidupmu sendiri.” “Cinta dan perang, keduanya punya cara yang sama untuk melukai. Tapi di antara keduanya, cinta selalu lebih berani. Karena cinta tidak menjanjikan kemenangan, hanya keikhlasan.”
1.1K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

"Mumpung sudah terjadi, Ginos, aku akan mengatakan yang sebenarnya." "Kakak Ipar selalu menindasku. Dia menyebarkan skandal kalau aku sebagai pelakor dan hampir menghancurkan karierku. Dia selalu memarahiku, mendorongku jatuh dari lereng bukit dan menghasut penggemar untuk membunuhku..." "Aku juga manusia. Aku merasa tidak nyaman dan marah, jadi aku sengaja mengucapkan kata-kata itu untuk menyinggungnya."
17.2K viewsCompletedAdded to Library 619 Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
Sistem Pahlawan Rakyat Jelata

Sistem Pahlawan Rakyat Jelata

Rein termasuk beruntung, soalnya tempat yang dituju tidak terlalu dalam masuk ke dalam jurang. Rein memicingkan matanya, ia juga harus hati-hati oleh terjalnya jalan. Sampai pada akhirnya ia berhenti tepat di depan sumber cahaya. Hanya pohon berbatang kecil setinggi manusia dewasa, ia ingat dulu neneknya pernah membuat sayur dari tumbuhan ini. “Inikan pohon kelor?” “Item teridentifikasi bernama Galih Batu Kelor, kamu bisa mendapatkannya setelah melawan entitas penjaga. Tips tutorial dariku, makhluk tersebut bisa dikalahkan menggunakan batang tumbuhan kelor yang dipukulkan.”
966 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
Sistem Pelindung Terkuat Bumi

Sistem Pelindung Terkuat Bumi

Pahlawan adalah bagi mereka yang berani berkorban untuk membela kepentingan orang lain. Menjadi Pahlawan adalah pilihan setiap manusia, menang dan kalah itu bukan lagi soal kebanggaan. Karena bumi membutuhkan seorang pahlawan untuk dapat mengusir semua ancaman terhadap bumi yang indah ini.
1068.5K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

"Dewa Yang Mulia - Yang Terhormat...! He Sura, dia telah datang ke dunia ini dan telah banyak melakukan pertarungan tanpa henti. Dia memang tidak mengatakan apa-apa dan berharap bantuan, tapi satu hal yang aku yakin adalah, di dalam hatinya pasti sudah lama merasakan kelelahan...!" Chan Si menundukkan kepalanya dan memohon sejadi-jadinya "Kumohon selamatkan dia, dia telah menyelamatkan kita dan kami semua dari neraka perang yang berapi-api, yang akan merenggut banyak korban jiwa, tanpa menanyakan kenapa, aku merasa dia tidak pantas berakhir dengan kematian, dia adalah pahlawan bagi kami semua...!"
109.9K viewsCompletedAdded to Library 287 Times as puisi untuk pahlawan
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status