Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Jin Muka Seribu perhatikan buntungan di paha Papicakkanan.” Ini bukan luka biasa. Sebagian pahanya yang masih bersisa kelihatan hangus seperti dipanggang.” “Kakek bernama Pasulingmaut mendongak. Matanya berkaca-kaca. Dari mulutnya keluar suara bergumam. Setelah meniup sulingnya satu kali kakek ini usut air matanya.
1032.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as pulung gantung
Read
+Library
Desa Pulo Majeti

Desa Pulo Majeti

Mereka memeriksa sampai ke sudut-sudut, bahkan kamar mandi dan dapur. Mereka menemukan berbagai petunjuk tentang praktik pesugihan yang selama ini dilakukan Kakek Apung, nama-nama orang yang disantet, juga buku mantra gelap dengan arti yang mengerikan. Glen dan Azriel juga menemukan sebuah kertas tua berbentuk jimat yang di dalamnya terdapat kain kafan dan tanah kuburan. Terdapat empat nama yang tertulis di sana: Suro, Gunawan, Johan, dan Gion.
1.6K viewsCompletedAdded to Library 31 Times as pulung gantung
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Shit, kapan sampainya lift ini. Sesampainya di depan pintu, Ganesha menekan pin dan langsung masuk kedalam. Setelah mengunci pintu, Ganesha langsung membuka pakaian yang melekat ditubuhnya satu persatu. Dimulai dari melepas sepatu, baju ,ikat pinggang dan terakhir celana jeans dan membuangnya asal, menyisakan celana dalam yang menutupi bagian kejantanannya yang sudah mengeras.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as pulung gantung
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Ia merasa ada yang tidak beres akhir-akhir ini—rumor tentang dirinya menggunakan pesugihan semakin liar, dan pelanggan mulai ragu untuk membeli produknya. Saat tengah malam, ia mendengar suara langkah kaki di luar pabrik. Dengan hati-hati, Bima mengintip melalui celah pintu. Beberapa orang berpakaian hitam tampak menyelinap ke dalam area penyimpanan. “Beraninya mereka...” gumam Bima sambil meraih tongkat kayu di dekat pintu. Ia melangkah keluar dengan sigap, menghadang salah satu pria yang tengah menuangkan cairan ke dalam karung tepung. Pria itu terkejut, mencoba kabur, tetapi Bima berhasil menangkapnya.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as pulung gantung
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

“Aku lihat ada papan penginapan di sana. Namanya 'Burung Embun'. Kedengaran cukup aman buat bermalam.” Mereka menyusuri jalan utama kota, membiarkan diri mereka larut dalam keramaian tanpa terlalu menonjol. Setiap toko menawarkan sesuatu: permata palsu, ramuan penyembuh, kain dari negeri jauh, pedang berkilau, dan bahkan benda-benda aneh seperti telur raksasa yang katanya berasal dari naga kecil. Tirta tergoda berhenti di setiap lapak. “Lihat ini, Ayu! Ada jimat keberuntungan! Dan itu, topeng harimau! Wah, ada juga kue berbentuk bintang!”
2.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as pulung gantung
Read
+Library
Payung Merah

Payung Merah

Salah satu petugas berambut cokelat mulai mengamati mayat di depannya dengan seksama, "Ia ditikam tepat di jantungnya." Petugas lain ikut mengamati, "Kamu benar. Tapi pisaunya bahkan dicabut, sehingga darah mengalir keluar tanpa henti, sangat kejam." "Hei, bukankah ini payung merah yang unik," sambungnya ketika menyadari keberadaan payung merah yang terletak tepat di samping tubuh mayat. "Iya, sepertinya kita harus segera melapor," kata petugas berambut cokelat.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as pulung gantung
Read
+Library
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Senyuman yang…, entahlah aku tidak bisa mengartikannya tapi kenapa aku merasa terancam. Pria itu kini berdiri di tepian kolam renang, masih menatap dan tersenyum dengan menengadahkan wajahnya melihat kearah ku yang berada di lantai dua rumah ini. Tubuhnya tinggi tegap memakai celana panjang berwarna hitam dengan dada yang bidang dan ditumbuhi bulu yang lebat di dadanya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as pulung gantung
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

“Juga ada duapuluh pohon mlinjo di kebun. Dan semua sudah berbuah.” “Ah, Jeng Trilili itu lho. Kaya’ Ratu Kalinyamat saja, mau bertapa. Harga cabe saja tidak pernah turun. Saya rasa Jeng Trilili masih ingin plesar-plesir, piknik. Masih ayu, cantik. Lesung pipinya itu lho yang bikin gemes!” Yu Jiyem Kempul nyrocos bak bebek nyosori gabah. Sarni Trilili tersenyum tersipu-sipu.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as pulung gantung
Read
+Library
KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA

KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA

Keduanya pun kembali kekikikan. Setelah keduanya selesai tertawa, selanjutnya Bu Ema pun berkata, “Cowok yang ketiga adalah Kulman. Dia punya postur yang tinggi namun gak tegak kalau saat berjalan. Dia pemilik punggung udang, istilahnya. Kata orang, laki-laki pemilik punggung seperti Kulman itu punya onderdil pembawa kehidupannya panjang dan melengkung. Tapi kebanyakan melengkung ke bawa. Ya macam joran pancinglah.” Ujung kalimat Bu Ema lagi-lagi membuat Bu Galuh kembali menurut wajahnya untuk menahan tawa.
107.2K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as pulung gantung
Read
+Library
Gaun Pengantin

Gaun Pengantin

Andrew tersenyum pasrah dan berkata: “di mana Sano?” Selepas kata-kata dilontarkan, seseorang keluar dari lantai 2, pakaian orang ini sangat berlebihan, cuaca saat ini tidak begitu dingin, rasanya bukan waktunya mengenakan mantel, tetapi orang ini justru memakain mantel bulu, jemari dan lehernya juga penuh dihiasi cincin emas dan kalung emas, tampaknya seorang tirani. “emank siapa dirimu ini, beraninya mau bertemu tuan Soni, kamu ini anak bawang mana?”
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 513 Times as pulung gantung
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status