Rumah Tengah Hutan
Dia adalah santri senior, usianya hampir tiga puluh lima tahun, namun belum punya niatan untuk pulang dari pondok.
Dia melanjutkan, “Nah, kita disini hanya memerlukan enam orang. Dua anak untuk fiqih, dua anak untuk nahwu shorof, dan dua anak lagi untuk sejarah Islam. Nanti, masing-masing cabang ilmu akan ditambah dengan hasil seleksi tim putri. Maka, setiap kelompoknya ada tiga anak. Dua putra, dan satu putri. Paham?”
Para santri putra kelas tiga SMA menjawab dengan serempak, “Paham…”
Hot Chapters