PUTRI BUNIAN YANG TERNODA
Munir merapikan bedong yang tadi menutupi seluruh tubuh sang bayi yang sudah acak-acakan, karena ia terus saja merengek dan menggeliat, gelisah.
“Bisa marah Nasir pada Awak, Nir. Sudahlah Nir, ikuti saja Uda, ndak perlu bercakap banyak,” jawab Siyon, memberi kode pada Munir untuk melanjutkan perjalanan.
Munir, perawakannya memang sangar, berkulit hitam dan berkumis tebal, tetapi untuk urusan bunuh membunuh, apalagi membunuh bayi, ia tidak setega itu. Sungguh salah Nasir memerintahkannya melakukan pekerjaan ini.
Hot Chapters