KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
“Dengarkan baik-baik apa yang akan aku katakan. Benda yang kau pegang ini bukan sekadar batu indah atau permata berharga yang biasa kau lihat di pasar. Ini adalah Batu Jiwa Merak, salah satu dari tiga bagian pusaka utama Kerajaan Jayantara yang dikatakan telah hilang selamanya saat ibu kota runtuh lebih dari lima tahun yang lalu.”
Jaya mendengarkan dengan saksama, matanya terbelalak. Ia memegang batu itu lebih erat, merasakan kehangatan yang terus mengalir masuk ke telapak tangannya.
“Pusaka ini bukan milik sembarang orang,” lanjut Mpu Suro. “Selama berabad-abad, ia hanya akan merespons dan memancarkan kekuatannya jika dipegang oleh keturunan langsung dari garis raja yang membawa tanda Merak