Kedatangan Kembali Sang Pewaris Raja Naga!
Ardhana Putra turun dari kereta batas dengan langkah tenang, tapi dadanya berdegup kencang bukan karena lelah, melainkan karena hawa asing yang pekat, berasal dari bau garam, asap arang dari tungku kapal, dan bisik-bisik waspada orang-orang Dumai yang menatap tiap orang asing seperti melihat musang di ladang jagung.
Di balik topi hitamnya, matanya mengecil, menandai barisan pos pemeriksaan. Di kejauhan, bendera Dumai berkibar keras di tiang-tiang batu, simbol kekuatan yang tak mau dipermalukan. Ia tahu, setiap langkah kecilnya akan ditimbang oleh banyak mata.
Seorang petugas pos mendekat, lengannya bersenjata tombak panjang. “Siapa kau, orang asing? Apa urusanmu di perbatasan Dumai?”
Hot Chapters