Cerita Cinta Sang Janda Muda
"Tidak usah, dia sudah terlalu lelah dan sakit. Dulu putraku juga melakukan hal yang sama sebelum kepergiannya. Dia tiba-tiba sadar dan tampak sehat, hanya untuk memberikan aku perpisahan yang menyenangkan. Tapi saat itu aku sama sekali tidak mengerti maksudnya. Aku terus berkubang dalam kesedihan dan keputusasaan. Hari ini untuk pertama kalinya aku ikhlas, Si. Aku-"
Tiba-tiba air mata mengalir deras. Meski mulutku sangat lancar berbicara tentang ikhlas, tapi ternyata hatiku tidak bisa menerimanya dengan semudah itu.
Sissy langsung mendekapku dengan erat.
"Oh, Ruth. Aku tidak tahu harus berkata apa," bisik Sissy ikut menangis.