Ketika cinta harus memilih
"Pak Udin, bisakah kau menunggu sampai urusanku selesai? Aku khawatir agak sulit mencari taksi di sekitar sini."
"Baik mister, saya akan menunggu di sebelah sana ya," ia menunjukkan sebuah tempat teduh di bawah pohon rindang.
"Oke. Terima kasih."
Eugene keluar dari mobil. Berdiri hampir di bawah tiang nama yang terpancang selangkah di depannya, kepalanya sedikit mendongak berusaha membaca. Tertulis, BAITI QURAN Rumah Belajar Tahsin dan Tahfiz. Eugene mengerutkan dahi, satu-satunya kata yang ia tau artinya cuma Quran. Itu kitab suci umat Islam.