Ternoda sebelum Malam Pertama
Lebih saat pria itu menantang.
"Tenanglah, Mi. Sayang. Dia hanya memancing Umi. Jika Umi ingin dia mendapat pelajaran setimpal, biarkan dia. Lihatlah betapa menyesalnya dia atas perbuatannya di masa lalu setelah ini. Tapi kalau mati, tak ada lagi siksa dunia baginya, Mi. Kita tidak sedang hidup dalam negara Islam. Kalau Umi membunuh meski alasannya menjaga kehormatan diri, tetap saja Umi yang akan dihukum. Ingat Ghaza, Mi. Dia masih memerlukan Umi di sampingnya." Habib memberi pengertian dengan penjelasan panjang lebar, hingga saat Raudah menoleh tampak air mata yang keluar dari matanya menderas.
Pikirannya berkecamuk. Namun, pelatuk sudah ditarik dan peluru sudah siap dilepaskan.
Hot Chapters