Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

Tempatnya yang diberi batasan satir antara putra dan putri tak menghalau mereka untuk mengundang tawa. "Tapi, kunci dari kebahagiaan dan derajat yang luhur adalah istiqomah, jamaah, dan khidmah seperti dalam syi'ir; miftahu fauzin warif'atin 'alal abadi, bil istiqomati wal jama'i wal khodami" Seisi ruangan tepuk tangan bergemuruh. Meskipun Romo Kiyai sudah tua, suara tak lagi bermasalah.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai quotes istiqomah
Baca
+Pustaka
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Saat dalam kondisi tak sadar, Cindi seolah bermimpi kembali ke hari ketika Zaki melamarnya. Saat itu, Zaki menatapnya dengan penuh kelembutan, dia berkata dengan pelan dan serius, “Aturan paling penting bagi seorang negosiator adalah selalu tetap tenang. Tapi sejak bertemu denganmu, setiap hari aku melanggarnya.” Zaki memasangkan cincin ke jarinya dengan sangat lembut dan mencium dirinya dengan penuh kasih sayang. Semua itu, bagaimana mungkin semua itu adalah kebohongan?
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai quotes istiqomah
Baca
+Pustaka
Muslihat Cinta Sang Produser

Muslihat Cinta Sang Produser

Cassie cerita pada Kiano kalau dia sudah bisa mengatasi masalah itu dan sudah mematahkan semua yang diceritakan Jovanca. “Aku senang atas semua perubahan sikap kamu Cassie. Kalau kamu masih ada perasaan ragu, bawa sholat Istiqarah aja ya.” Ujar Kiano. Cassie bilang pada Kiano, bahwa selama beberapa hari belakangan ini dia selalu sholat Istiqarah untuk memantapkan hatinya. Kiano sangat senang mendengar apa yang dikatakan Cassie. “Aku memang gitu mas, kalau hati aku lagi galau, aku selalu sholat Istiqarah. Biasanya habis itu hati aku akan mantap.” Ucap Cassie
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai quotes istiqomah
Baca
+Pustaka
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

“YA jangan begitu. Kau bekerja karena untuk beribadah. Mencari nafkah setidaknya untuk menyiapkan kehidupan saat ini demi kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.” “Bimbing aku ya, supaya aku bisa sepertimu. Istiqomah memegang prinsip yang benar” Wildan mengangguk penuh semangat. Ia melanjutkan kegiatannya, menghitung uang hasil berjualan dan memasukkan ke dalam beberapa tempat. “Ah, kau jangan berlebihan. Aku bukan orang yang istiqamah juga. Kadang kala aku juga bisa lemah.”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai quotes istiqomah
Baca
+Pustaka
Imamku dari Seoul

Imamku dari Seoul

"Astaghfirullah, Kak Biya. Istighfar, Kak." Sabiya pun berguling ke sana dan kemari sambil memeluk bantal diiringi tawa dengan suara agak serak karena kerongkongannya yang kering bagai gurun pasir, "Ahahahah!" Idris langsung menghampiri. Dia meletakkan telapak tangan kanannya ke kening Kakak perempuannya itu, lalu membaca, "ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM...."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai quotes istiqomah
Baca
+Pustaka
Bidadari Surga Milik CEO

Bidadari Surga Milik CEO

"Aku pasti bisa, Istiqomah." "Hijrah itu tidak mudah. Proses yang panjang dan terdapat godaan setiap langkah. Sebab apa? Surga itu sangat mahal. Tidak bisa sembarang orang yang memasukinya. Hanya manusia-manusia yang memiliki hati teguh pada pendirian dan Istiqomah sampai akhir, yang bisa membelinya." Ghina menatap fokus ke layar ponsel. Seolah-olah dia tengah ada di Masjid tersebut.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai quotes istiqomah
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Baru kali ini ia benar-benar merasa insecure mendekati laki-laki. "Aku pernah nemu satu quotes, katanya 'sekuat apapun menyangkal, jodohmu adalah cerminan dirimu. Jika ingin yang baik, maka perbaikilah dirimu. Karena sejatinya, Tuhan itu maha adil, ia tidak akan membalas permata dengan krikil' jadi ... kalau kamu emang bener-bener cinta sama dia, berjuang, kalau dia spek pangeran surga, kamu berjuangnya jalur langit aja, biar diaminin sama malaikat."
1047.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai quotes istiqomah
Baca
+Pustaka
Kutukan Wasiat Kakek

Kutukan Wasiat Kakek

“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, ihdinas-siratal-mustaqim, siratal-ladzina an’amta ‘alayhim, ghayril-maghdubi ‘alayhim wa laddallin. Amin.” Hening sejenak. Alya menarik napas dalam, membiarkan setiap kalimat yang ia ucapkan mengalir ke dalam hatinya. “Allahu la ilaha illa Huwa, Al-Hayyul-Qayyum .…” Ia melafalkannya dengan perlahan, memastikan setiap kalimat keluar dengan jelas dan benar. “Wa Huwa al-‘Aliyyul-‘Azim.”
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai quotes istiqomah
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar: "Hahaha, siap Ratu." Ciara: "Sayang, quotesnya dong sebelum masuk." Haidar: "Cinta kita tak bisa diusik orang lain, karena ketulusan utuh dariku hanya untukmu, hanya terisi kita berdua yang berlabel Isim Tastniyah. Kalau ada yang mau mengubah menjadi Jama' Taktsir, sorry Guys! Hati kita berdua bukan kasir." Ciara: "Masyaallah, semoga Allah selalu memberi kelancaran Om memberi kata manis untuk Isbay. Karena semakin hari, Isbay semakin membutuhkannya."
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai quotes istiqomah
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Silakan Menikah Lagi, Mas!

Silakan Menikah Lagi, Mas!

Nizam menutup wajah dengan kedua tangan. “Udah, tenang. Istigfar yang banyak. Ingat, kamu menjaga Al-Qur’an.” Aku menyenderkan kepala di lengan Nizam. Akhir-akhir ini, kami sering sekali melakukan ini. Satu hal sederhana yang memiliki arti besar. Saling menguatkan. “Maafin aku, Mbak. Maaf.” Aku mengangguk. “Mbak maafkan. Asal berjanjilah untuk jadi orang sukses, menjadi manusia yang berguna. Mbak akan lakukan apa pun pokoknya demi kamu.”
1064.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai quotes istiqomah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status