Menantu Pahlawan Negara
"Tuan Muda Kevo, aku suka pria yang hebat, pria yang bisa membuatku takjub, bukan pria yang kurang berkemampuan, kurang cerdas, bahkan suka mengambil keputusan sepihak."
Hana mengambil sepotong kain, lalu menyeka keringat yang membasahi tubuh Kevo dengan teliti.
Kemudian, jari-jari lentiknya menyentuh jakun Kevo yang menunjukkan ciri khas seorang pria, lalu berkata dengan acuh tak acuh, "Lain kali sebelum bertindak, sebaiknya kamu menanyakan pendapat kami dulu. Kalau nggak, mungkin kamu akan kehilangan kesempatan untuk bekerja sama dengan kami."
Hot Chapters