Wanita yang dia lepaskan
Dia meletakkan tas belanja di atas meja, secara mekanis menyimpan barang belanjaan ke dalam lemari es dan lemari dapur, lalu berhenti di tengah dapur, tangannya kosong, pandangannya kosong.
Pertemuan dengan Sophie telah mengguncangnya lebih dari yang ingin dia akui. Melihat teman lamanya, mendengar suaranya, merasakan tangannya di lengannya—semuanya telah membangkitkan kenangan yang dia kira telah terkubur selamanya. Malam-malam yang dihabiskan dengan tertawa di kafe, bisikan rahasia, janji untuk tidak pernah kehilangan kontak. Semuanya tampak milik kehidupan lain, milik wanita lain. Seorang wanita yang ada sebelum Alexandre, sebelum keheningan, sebelum pil putih itu.
Hot Chapters