Lelaki Pilihan Surga
Fajar masih terpaku.
“Apakah kamu ingin membiarkan dirimu terus larut dalam kenangan, yang jelas sudah pergi? Masa lalu, yang jelas sudah berlalu?”
“Semua tidak semudah itu, Kei.”
“Oke, pelahan. Sudah punya nomor ponsel, Melisa?”
“Sudah.”
“Ya, bisa dimulai dari situ. Banyak ngobrol. InsyaaAllah, bisa membuat hatimu, lebih mudah melepaskan yang masih terpenjara.”
Hot Chapters