Rahim untuk Anakku
Belum sepenuhnya terperangkap, tapi dia berharap bisa terpenjara selamanya.
“Kamu bikin aku malu.” Al tersipu. “Udah buruan sana masuk,” ucapnya menutupi rasa malu.
“Gimana mau masuk, tanganku masih kamu pegangin kayak gitu. Lepas dulu dong.” Embun terkekeh. Rupanya lelaki itu tidak sadar bahwa tangan dia masih menggenggam begitu erat.
“hehehe, sori. Ya udah, masuk gih,” ucap Al sembari melepaskan genggaman tangannya.