Liara
ralatnya lagi.
Hagan menoleh pada si perempuan. Wajah tanpa riasan yang terlihat lelah, mata sayu, bibir sedikit bengkak dan rambut yang hanya disisir asal. Sumpah demi apa pun, Hagan tidak bohong, Liara selalu cantik dalam keadaan apa pun.
"Kau masih kedinginan?"
Masa bodoh salah atau tidak. Hagan memupus jarak, membenturkan kembali bibir mereka. Kembali cukup lama pagutan itu terjadi.
Hot Chapters