Bara Dendam Sang Prabu Boko
desisnya, suaranya dalam dan mengandung ancaman, meskipun itu lebih seperti ancaman kucing galak yang mencoba terlihat sangar.
Rukma benar-benar mengabaikan Jentra. Ia bahkan memberi Jentra isyarat untuk diam, seolah-olah mengisyaratkan ‘jangan ganggu pasar’ ke penjual ikan di pelabuhan. Ia melanjutkan rayuannya pada Sriti dengan nada yang semakin humoris dan meyakinkan. “Ya, Nona Sriti! Kau bawa saja Kakang Jentra ini pulang. Dia itu pandai bertempur, sudah terbukti sejak zaman kuda gigit besi. Pandai mengajar juga, itu buktinya Wulung yang tadinya hanya bisa menyapu lumbung sekarang bisa mencongkel lumbung. Dan yang paling penting, Nona, dia itu jantan! Perkasa! Lihat saja otot-otot lengan
Bab Populer