Samaran Terakhir
Namun Lena justru membuka tangannya, dan berkata,
“Kalau kalian tak diberi akhir, maka mari kita tulis satu dunia yang tak butuhnya.”
Ia menuliskan satu kalimat di udara:
“Yang tak selesai, juga layak didengar.”
Ledakan cahaya menyelimuti segala arah. Frasa melompat, tubuhnya retak oleh makna yang tidak bisa ia kendalikan. Dari retakan itu, keluar cahaya baru karakter-karakter tanpa plot, suara-suara tanpa deskripsi, ide-ide murni.
Dari tengah cahaya itu, muncul seorang anak kecil, terdiri dari fragmen kalimat yang belum pernah dibaca. Ia memperkenalkan diri: