Dua Tuan Tampan
Di dunia seni Bima, ia merasa bebas.
Ketika ia pamit pulang, Bima mengantarkannya hingga ke tempat parkir motornya. "Hati-hati di jalan, Raina. Dan ingat, jangan pernah ragukan bakatmu. Itu anugerah."
Kata-kata Bima bergaung di telinga Raina sepanjang perjalanan pulang. Ia tiba di rumah larut malam, menyelinap masuk agar tidak membangunkan Ibu dan Rian. Ia langsung menuju kamarnya, mengambil buku sketsa, dan mulai mencoret-coret ide untuk mural. Semangat yang membanjiri dirinya terasa aneh setelah berbulan-bulan hanya merasakan kehampaan.
Hot Chapters