Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Raja Naga Penghancur Langit

Raja Naga Penghancur Langit

Rumble! Jimat Penuntun Roh itu meledak di udara, berubah menjadi garis-garis cahaya emas yang berputar dan menari. Kabut putih di langit tiba-tiba bergolak hebat, dan langit yang sudah suram menjadi semakin gelap dan mengerikan! Di tengah gemuruh berat, intent pedang raksasa perlahan turun, tekanannya luas dan menghancurkan, seperti lautan yang terbalik!
104.7K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as ranga tempest
Read
+Library
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

Byaarsshk..! Jalu ledakkan powernya, seketika sosok Jalu diselimuti aura merah membara yang dilapisi cahaya putih kemilau. Gelombang hawa panas menyengat menebar dahsyat di seantero kalangan pertemuan itu. Cuaca di sekitar lereng Kandagapun berubah kelam, nampak dari langit turun sebuah sebuah badai angin tornado berwarna hitam pekat.
1025.3K viewsCompletedAdded to Library 581 Times as ranga tempest
Read
+Library
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Valery mengedipkan matanya beberapa kali karena terlalu lama ditutup membuat buram pandangannya. Valery mengelilingi pandangannya, gelap gulita hanya satu lampu sorot yang meneranginya dan Samuel. Seperti pemain teater yang berada di atas panggung. Rembulan yang belum waktunya menghiasi langit tidak terlihat. Tapi, bintang-bintang bertebaran indah menambah suasana romantis diantara mereka. Sungguh, Samuel pandai memilih tempat yang suasananya membuat hati berbunga-bunga.
10598 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as ranga tempest
Read
+Library
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

sambil muka mengejek. "Berengsek kau Tempest, terimalah ini! Semburan naga bayangan." Keluarlah naga bayangan dari tongkat Kapten Rogi memakan semua yang berada di depannya. Namun tidak dengan Tempest, dia pun mengeluarkan serangan yang hampir serupa. "Amukan api naga kembar," Tempest pun mengeluarkan mantra dari tongkatnya. Kekuatan mereka berdua pun beradu. Satu naga kegelapan dan satu lagi naga api. Namun, karena terlalu kuatnya serangan dari Tempest, Rogi dan pasukannya pun terhempas.
101.5K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as ranga tempest
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Sebuah pusaran ungu raksasa muncul di langit, meraung dengan energi yang menakutkan, seperti jeritan sepuluh ribu binatang buas, pemandangan yang benar-benar menakjubkan.
1015.8K viewsOngoingAdded to Library 409 Times as ranga tempest
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

“Dinda, kamu gambar apa, Sayang?” Dinda tersenyum. “Aku gambar rumah kita, Ayah. Tapi kali ini ada pelangi di atasnya.” “Pelangi?” Dion tersenyum kecil. “Kenapa pelangi?” “Soalnya abis hujan, Ayah. Pelangi datang kalau orang-orang di rumah udah baikan.” Dina dan Dion saling berpandangan. Tak ada kata yang keluar, tapi hati mereka sama-sama bergetar.
914 viewsCompletedAdded to Library 27 Times as ranga tempest
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Pria dengan rambut coklat nya. Pria itu adalah Ganesha Erlangga. Pria yang membuat jantungnya kembali berdetak dengan cepat. Pria yang membuat wajahnya merona. Pria yang diam - diam sudah mencuri secuil hatinya yang sduah mulai mencair. Pria yang membuat Ganindira merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama
3.4K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as ranga tempest
Read
+Library
Langit Merah

Langit Merah

Tubuhnya perlahan mengeluarkan cahaya putih. “Tidak akan ku maafkan!” seru Ema disertai keluarnya petir yang menggeledek sangat keras sekali dari tubuhnya yang langsung memukul mundur semua anggota Penggerak Ketertiban Mutan. Kali ini yang keluar dari tubuhnya bukan petir biasa. Daya serang petirnya bertambah berkali-kali lipat. “Ema! Tenangkan dirimu!” Vano menyerukan peringatan pada Ema saat melihat kemarahannya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as ranga tempest
Read
+Library
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

Makhluk jelmaan manusia setengah ular itu terbentang setinggi delapan meter, rambut hitam panjang terurai, matanya hijau terang, kulit seputih susu dengan lidah bercabang yang menjulur panjang. "Manusia jalang!" pekiknya murka menatap Nisya. "Kau mencuri mustikanya, saat ritual agung sedang berjalan, kau juga melepaskan para tawanan!" Suara beserta desisan terdengar. Semua orang tercengang saat Nyai Damini berjalan cepat dan melilit tubuh Nisya. "Kembalikan sekarang! Aku harus kembali untuk bermandikan darah para tumbal. Cepat kembalikan, Sialan!"
3.8K viewsOngoingAdded to Library 150 Times as ranga tempest
Read
+Library
Pelangi di Langit Malam

Pelangi di Langit Malam

, Azmi terpesona. Joana tersenyum, “Kamu baru melihatnya kali ini, karena kamu tidak pernah mencoba menunggu, mengamati, dan melihatnya sebelumnya. Pelangi tetaplah pelangi, tetap berwarna walaupun dalam gelap. Kamu bisa melihatnya, hanya kalau kamu mau mengamatinya”. Azmi memahami ada sisi melankolis dari setiap kakta-kata yang dilemparkan Joana. Dirinya memang bagaikan pelangi di langit malam. Pudar, namun tetap berwarna, tak terhitung dan tak terdengar keindahannya bagi orang yang tidak menyediakan hati untuk menatapnya.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as ranga tempest
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status