Candu Dekapan Kakak Ipar
tanya Radja akhirnya, suaranya berat, ragu, seolah ia berdiri di tepi jurang yang dalam dan gelap.
Ratu terdiam. Bibirnya bergetar.
“Papa …,” gumamnya lirih, matanya kembali berkaca-kaca.
Radja menahan napas. “Kenapa, Nak?”
“Kata Ibu, Papa udah meninggal,” jawab Ratu pelan, nyaris tak terdengar. “Ratu gak punya Papa.”
Satu kata itu menghantam telinga Radja.
“Meninggal?”