Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

kata Raven datar. “Ma-Maafkan saya, Pak, Bu.” Ririn yang sudah kembali berdiri tegak tampak gugup. “Saya… saya ke sini karena mau mengambil handphone saya yang ketinggalan di ruang laundry tadi sore.” Dia menundukkan kepalanya. Raven mengembuskan napas kasar dan menyandarkan punggungnya ke kursi. “Sudah dapat?” Suara Raven terdengar dingin, seakan-akan kelembutan tadi hanya untuk Sera seorang.
1045.3K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as ravin
Show Reviews (15)
Read
+Library
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Read All Reviews
Harapanku

Harapanku

Arah rumah Rani searah dengan tempat kerja Clarissa. Setelah memakan bekal yang dia bawa, Clarissa dan Rani bergegas untuk pulang dari sekolah. Clarissa sekarang ini sedang melajukan motor matic nya. Setelah dirinya menurunkan Rani di dekat rumahnya, dia langsung melajukan kembali. Kini dia telah sampai di Laundry dirinya bekerja.
2.3K viewsOn holdAdded to Library 60 Times as ravin
Read
+Library
Beta Romeo And His Rogue [ID]

Beta Romeo And His Rogue [ID]

Pria itu menyesap cerutunya. Romeo mendiamkan apa yang pria itu katakan. “Apa maumu, Raven?” “Aku tidak ingin apa-apa, hanya berjalan untuk menghilangkan gerah dan ternyata ada tontonan gratis yang mengasyikkan.” Sambil meniupkan asap di udara, Raven–pria vampir itu–masih memandang Rena. “Sebenarnya kau yang lucu. Bagaimana bisa kau yang tidak mempunyai denyut nadi serta aliran darah bisa merasakan gerah,” sarkasme Romeo.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as ravin
Read
+Library
Ralp

Ralp

“Aku kangen pacarku. Kau bisa pulang sendiri kan, Wendy?” Gadis bernama Wendy itu mendesis. “Kau bermain dengan manusia lagi. Apa gadis itu tahu kalau kau vampir?” Ralp tersenyum. “Aku tak peduli. Sekali dia milikku, selamanya dia akan tetap milikku.” Lalu Ralp melompat dari sebuah tebing curam yang punya aliran air dalam di bawahnya. Ia menyelam dan mandi sebelum akhirnya berjalan menuju mobil yang ia parkir tak jauh dari tempat itu.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as ravin
Read
+Library
Alva

Alva

Namun Alva tahu bahwa kegelapan itu sudah lebih dari cukup untuk mendamaikan dunianya. "BOMBAYAH!!" Teriakan itu benar-benar mengusik dunia damai Alva. Laki-laki itu merasa seperti ada sebuah tornado yang memporak porandakan ketenangannya. Decakan kesal terlontar indah dari bibirnya. Lalu dia pun membuka matanya dan segera mendapati Regal yang sedang berdiri di atas meja seraya berjoged ala-ala Blackpink.
9.82.2K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as ravin
Read
+Library
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Kemudian terdengar suara bel masuk. *** Di tempat lain, disinilah Rio berada mana lagi kalau bukan ruang OSIS. Selain Rio ada juga sahabatnya yang bernama Alvin Dwi Alvaro yang biasa dipanggil dengan Alvin. "Lo daritadi gue perhatiin senyum senyum sendiri. Lo gak gila kan Vin?" Ucap Rio. "Enak aja gue dibilang gila, ya gak lah gue tuh masih sehat" Ucap Alvin
101.7K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as ravin
Read
+Library
Renggali

Renggali

Ia langsung membaca buku itu dimulai dari lembaran terbuka yang ia lihat pertama kali. “R.C.A.” Tulisan yang ia lihat di sampul buku itu. “Sepertinya nama inisial yang punya,” ucap Arav sambil tersenyum. Arav yang penasaran langsung membuka dan membaca isi diary itu. “Waktu kian berjalan pergi, semakin lama semakin jauh? Seakan sangat lambat untuk bergerak. Namun? Tanpa sadar! Ternyata aku yang semakin ketinggalan. Aku dan diriku ini? Selalu sangat menongkat dagu di jendela ini. Waktu yang sedang berjalan tidak ku hiraukan. Aku menyangka ia sedang berjalan? Akan tetapi pada kenyataannya, ia berlari begitu cepat. Tetapi yang pasti aku masih tetap di sini dengan menghitung hari. Tanpa aku sad
102.7K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as ravin
Read
+Library
Money And The Power

Money And The Power

kata Ravin. Ravin adalah adik tiri Rael. Ia baru saja kembali dari Inggris. Sayangnya, anak tiri atau anak kandung, diperlakukan sama jika Rael bertingkah. Rael ditekan oleh ancaman bukan hanya tentang Nyonya Dum, tapi juga tentang Ravin. “Pergi menjauh dari monster sepertiku,” kata Rael sembari berbalik. “Kak, ayo kita cari Ibu.”
1019.6K viewsCompletedAdded to Library 547 Times as ravin
Show Reviews (18)
Read
+Library
Mikayla Azahra
Gak bisa bayangin gimana keren nya anak SMA menjalankan misi berbahaya ... Yg jelas pastinya keren banget, apalagi ini keturunan geng naga hitam bapak nya aja pada keren2 apalagi anak nya...... . Recommend banget pokoknya ............
S Rohmah
Akhirnya pasukan gank anak naga hitam muncul. ...... gak bisa bayangin gimana action nya mereka d satukan dalam satu sekolahan gank mafia. yang jelas aku sebagai pembaca jadi baper,membaca nya pun sampai terbawa halu ngebayangin keren nya action mereka.. Love love pokonya buat othor.. .........
Read All Reviews
Terpaksa Menikahi Calon Adik Ipar

Terpaksa Menikahi Calon Adik Ipar

Haha. "Mau di bantu, Mas?" Tanyaku ketika melihat as Ravin kesulitan mengoleskan minyak kayu putih di punggungnya. "Iya, tolong." Aku mendekat, menerima sebotol minyak kayu putih yang di ulurkannya. "Mas Ravin alergi sama hujan? Langsung merah gitu mukanya." Entah keberanian dari mana, tanganku refleks menyentuh keningnya. Hangat.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as ravin
Read
+Library
Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin

Panasnya Dendam di Ranjang Pengantin

Berikut ia melakukan hal yang sama pada tubuh Raven di hadapannya. “Sorry,” ujar Raven, suaranya tenang sambil mengusap kedua telapak tangannya hingga membentuk busa. Aroma green tea langsung menguar memenuhi kamar mandi. “Aku nggak punya sabun lavender.” Mendengar Selina terkekeh. "Cuma sabun aja nggak masalah. Lagian green tea harumnya enak juga." Bibir Raven bergerak naik. Pria itu mulai menggosok pundak Selina dengan sabun. Perlahan naik ke leher hingga turun ke dada. "Kamu .... suka?"
1036.0K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as ravin
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status