Balada Cinta ShaBar
Matanya mengerjap, setetes air jatuh, tapi buru-buru dihapusnya dengan satu tangan yang bebas.
Kutarik napas. Ternyata dia pun sepertiku, menginginkan kematian. Daripada hidup dan terus kehilangan, lebih baik mati hingga tak ada lagi yang bisa hilang.
"Waktu aku liat kamu pagi itu," lanjutnya lagi setelah menarik napas dalam, "aku punya alasan buat bertahan sehari lagi." Dia tertawa. "Iya, waktu itu cuma mau bertahan sehari lagi. Siapa tahu, besok kamu dateng lagi, dan aku bisa ngeliat senyummu lagi. You're my reason to keep breathing, hahaha." Tawanya terasa getir.
Bab Populer